Pra Kerja Dinilai Efektif, Berharap Mampu Perbaiki Stabilitas Ekonomi Bangsa

Oni
Pra Kerja Dinilai Efektif, Berharap Mampu Perbaiki Stabilitas Ekonomi Bangsa
Wakil Ketua Bidang Hub Antar Lembaga KM AMPG, Gita Nasution

Jakarta, HanTer - Kebijakan kartu Pra Kerja yang dikeluarkan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, sedang berjalan saat ini, dan ini memberikan dampak yang efektif bagi kalangan yang sudah berhasil terdaftar. ditambah lagi dengan harapan akan optimisme masyarakat terhadap keberadaan kartu ini masih sangat tinggi.

Wakil Ketua Bidang Hub Antar Lembaga KM AMPG, Gita Nasution mengatakan, kondisi pandemi yang saat ini sedang terjadi mengharuskan sebagian besar perusahaan swasta mengeluarkan keputusan PHK atau pengurangan karyawan pada perusahaannya.

"Pra kerja dianggap penting keberadaannya dan diharap mampu menjadi solusi bertahap dalam memperbaiki stabilitas ekonomi bangsa yang sedang berduka dilanda pandemi covid19. Masyarakat khususnya korban atas pandemi ini dianggap bisa berperan serta dalam mendukung program kartu pra kerja," ujar Gita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Perlu diingat, program ini adalah salah satu bentuk janji kampanye Jokowi – Ma’aruf pada pilpres 2019 lalu. Dan program ini tidak muncul secara tiba – tiba karna program Pra Kerja merupakan salah satu program yang ditawarkan Presiden Jokowi pada saat kampanye Pilpres lalu bersamaan dengan kartu lainnya yaitu Kartu sembako dan Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) kuliah.

"Jadi menurut saya, jika ada pihak lain yang mempersoalkan keberadaan kartu pra kerja ini lalu kemudian seolah-olah program ini dinilai sebagai program yang tiba-tiba atau aji mumpung di tengah pandemi saat ini salah besar," ungkapnya.

Dia juga menyayangkan sikap Mantan Menko Maritim Rizal Ramli yang menyebut Menko Perekonomian Airlangga Hartato melakukan "begal digital".

"Saya kira Bapak Rizal Ramli kurang memahami dan gagal paham. Tapi menurut saya dengan beliau mengatakan itu agar tidak melalukan kesalahan seperti beliau hingga diberhentikan oleh Presiden sebagai menteri," katanya.

Dia melihat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendukung sepenuhnya kebijakan ini, dan sebagai Ketua Umum Partai Golkar tentu punya kewajiban untuk mengawal janji kampanye dan program yang telah di tetapkan Presiden Jokowi. Pada implementasinya kartu prakerja mendapat gayung bersambut dari masyarakat.

Hingga kini, kurang lebih sudah ada 8.4 juta pendaftar secara daring untuk program pra kerja ini. Dan ini bertanda bahwa keberadaan kartu pra kerja sangat dibutuhkan masyarakat khususnya ditengah kondisi pandemik covid 19 saat ini.

"Melihat tingkat antusiasme terhadap program pra kerja ini seharusnya didukung sepenuhnya dari semua lapisan masyarakat, walaupun ada sebagian kalangan yang mengatakan bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan “begal digital” atas program pra kerja ini," ujarnya.

"Betul memang dalam setiap program perlu ada evaluasi dan pembenahan yang mengarah pada penyempurnaan khususnya Program pra kerja sebagai solusi bertahap," tambahnya.

Di situasi pandemi saat ini, kata dia, seharusnya para pemimpin tokoh nasional melakukan upaya–upaya yang sifatnya mampu mengembalikan stabilitas emosional masyarakat dan menciptakan suhu optimisme bagi bangsa.

"Melihat kondisi saat ini sudah saatnya pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat bergotong royong dalam membangun bangsa, khususnya kaum pemuda sebagai generasi yang akan meneruskan pembangunan bangsa," ungkapnya.