Tarif Ojek Daring Jabodetabek Resmi Naik

Ant
Tarif Ojek Daring Jabodetabek Resmi Naik
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Pemerintah mengumumkan kenaikan tarif ojek daring atau online untuk zona II di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kenaikan ini diklaim dilakukan  setelah melalui penggodokan selama dua bulan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, dari hasil dengan beberapa asosiasi ojek online yang akan dikenakan kenaikan adalah wilayah Jabodetabek atau zona II.

“Dalam rangka kenaikan tarif tersebut kami telah dibantu oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan untuk melakukan survei dan penelitian. Angka rata- rata tarif yang disetujui kenaikannya oleh masyarakat dalam hasil survei tersebut adalah sebesar Rp225 per kilometernya,” jelas Dirjen Budi  di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Mengacu hasil penelitian, pemerintah, aplikator maupun asosiasi ojek online, menyepakai tarif ojek online disesuaikan menjadi bertambah sebesar Rp250. Penyesuaikan biaya jasa ojek online ini, khusus Zona II besaran biayanya untuk batas bawah sebesar Rp2.250 per kilometer, biaya jasa batas atas sebesar Rp2.650 per kilometer, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp9.000 hingga Rp10.500.

Namun, kata Budi, sebagian besar masyarakat yang disurvei menyatakan jika terjadi kenaikan tarif maka akan mengurangi frekuensi menggunakan ojek online. Masyarakat juga meminta kompensasi ada perbaikan di pelayanan terutama pada aspek keselamatan dan keamanan.

“Karena perlu adanya penyesuaian algoritma dari masing-masing aplikator, kami menyiapkan aturan pengganti regulasi yang lama. Paling lama 16 Maret sudah dapat dijalankan oleh aplikator yang sudah ada sekarang ini. Setelah tanggal 16 Maret, saya akan melakukan evaluasi terhadap tarif,” ucapnya.

Sementara itu, Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho menyatakan mendukung kebijakan pemerintah.

“Pada prinsipnya kami senantiasa mematuhi pedoman biaya jasa yang diterapkan Pemerintah. Kami dari Gojek pun berusaha meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna,” katanya.

Sedangkan, Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Annreiano menyampaikan bahwa Grab menghormati keputusan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Kami akan berdaptasi dengan skema baru sesuai keputusan karena ini untuk tarif jabodetabek kami akan mengkomunikasikan pada pengemudi kami. Kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi kami dan juga baik untuk industri ojek online secara keselutuhan,” ucapnya.

 

#ojek   #ojol   #kemenhub