IHSG Tersungkur, Kementerian BUMN Kaji Instruksi Buyback Saham

Arbi
IHSG Tersungkur, Kementerian BUMN Kaji Instruksi Buyback Saham
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengkaji wacana pembelian kembali atau buyback saham-saham perusahaan pelat merah, menyusul anjloknya Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 6 persen lebih dipicu sentimen negatif global.

"Iya mengkaji, tapi belum (ada keputusan)," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Arya mengatakan bahwa Kementerian BUMN sendiri sedang memantau dan fokus pada kondisi pasar saat ini. Diketahui, pada Senin (9/3/2020), IHSG ditutup melemah 361,73 poin atau 6,58 persen ke posisi 5.136,81, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 73,28 poin atau 8,26 persen menjadi 813,75.

Terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

OJk mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal 2020 sampai dengan hari ini (9/3) yang terus mengalami tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46 persen.

Menurut OJK, hal tersebut terjadi seiring dengan pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional, maupun nasional, sebagai akibat dari wabah Virus Corona baru atau COVID-19 dan melemahnya harga minyak dunia.

Buyback saham oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, dilakukan dengan merelaksasi sesuai ketentuan dari OJK, yaitu pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selanjutnya, jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10 persen dari modal disetor dan paling banyak 20 persen dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5 persen dari modal disetor.

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik. 

#saham   #ihsg