Melesat, Aset Jamsyar Tumbuh hingga 41,9 Persen

Arbi
Melesat, Aset Jamsyar Tumbuh hingga 41,9 Persen

Jakarta, HanTer - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) berhasil membukukan aset sebesar Rp1,059 triliun hingga akhir 2019, atau tumbuh 41,92 persen dibandingg 2018 sebesar Rp746 miliar. Pertumbuhan aset berasal darii setoran modal pemegang saham sebesar Rp175 miliar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah Rp295,32 miliar.

“Penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar, di mana pada periode tersebut ditempatkan pada instrumen investasi yang berupa Deposito dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” kata Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Ia menuturkan, nilai deposito dan SBSN di akhir 2019 masing-masing sebesar Rp495,24 miliar dan Rp163,65 miliar. Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan.

Di samping dua komponen tersebut, pertumbuhan aset Jamsyar juga disumbang oleh komponen Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lain-Lain. Biaya Dibayar di Muka tersebut sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang/re-asuransi atas penjaminan yang belum jatuh tempo dan belum diakui sebagai biaya pada komponen laba.

Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan sebesar Rp448, 83 miliar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh 24,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun,” ucapnya.

Selain itu, dari sisi cadangan klaimm juga meningkat 32,92% dari tahun sebelumnya. Cadangan klaim tersebut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan biaya klaim di masa yang akan datang.

Ada pun di sisi ekuitas, Jamsyar mengalami pertumbuhan 63,80% dari tahun sebelumnya. Selain karena penambahan modal, pertumbuhan ekuitas juga karena adanya kenaikan cadangan umum dan saldo laba dari laba tahun 2019.

Ditempat yang sama, Direktur Keuangan, SDM dan Umum Jamsyar, Endang Sri Winarni menuturkan laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 sebesar Rp36,57 miliar atau tumbuh 62,25% dibandingkan 2018. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93% dan 82,54%.

“Di samping itu, terdapat pendapatan subrogasi yang cukup signifikan, sehingga meskipun beban klaim cukup besar namun penjaminan bersih tetap tumbuh dengan baik,” kata Endang.

Melihat kinerja keuangan 2019 ini, Jamsyar optimsitis pada 2020 akan mencatatkan pertumbuhan yang optimal. Sejumlah strategi untuk mencapai pertumbuhan itu, Jamsyar telah menetapkan binis plan secara detail mulai dari perencanaan SDM, pemanfaatan teknologi informasi (IT), peluncuran produk baru hingga pembukaan kantor cabang baru.

Gatot menambahkan, Jamsyar akan memperkuat teknologi informasi dengan memperluas penjaminan secara online, dengan menyasar untuk seluruh produk Jamsyar. Di samping dari sisi perluasan penjaminan online, peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi untuk memperkuat daya saing bisnis adalah dengan melakukan pengembangan aplikasi e-klaim.