APNI Apresiasi Kinerja Kementerian ESDM

Safari
APNI Apresiasi Kinerja Kementerian ESDM

Jakarta, HanTer  - Sekjen Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengapresiasi langkah pemerintah yang mengatur tata niaga nikel domestik. Regulasi pemerintah yang menetapkan agar harga nikel domestik mengikuti Harga Patokan Mineral (HPM) sangat berdampak positif bagi kondusifnya iklim investasi khususnya di sektor pertambangan nikel.

 

"Apresiasi tertinggi kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Terima kasih yang teramat sangat dari seluruh anggota APNI pelaku usaha nikel Indonesia," ujar Meydi di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

 

Meydi juga mengatakan meskipun regulasi tata niaga nikel domestik tersebut akan berlaku pada April 2020 mendatang namun pihaknya akan mendukung penuh kebijakan pemerintah tersebut.

 

"Kami dukung full hilirisasi, regulasi tata niaga nikel domestik, final akhir Maret akan terbit, dan mulai berlaku per 1 April 2020," ujarnya lagi.

 

Dia juga menegaskan, APNI akan mendukung pemerintah dalam menjalankan good mining practise dengan menindak tegas para pelaku tambang-tambang ilegal.

 

Dirinya juga menambahkan bahwa terakomodirnya keluhan pengusaha nikel terkait harga nikel domestik yang terpuruk juga tidak terlepas dari kontribusi Kemenko Maritim.

 

"Terimakasih untuk Kemenko Maritim yang sudah membantu mengakomodir para smelter untuk menerima tata niaga nikel domestik," jelasnya.