Laba BTN pada 2019 Anjlok Hampir 100 Persen

Arbi
Laba BTN pada 2019 Anjlok Hampir 100 Persen
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury optimistis pada tahun 2020 dapat mengembalikan BTN ke "jalurnya" setelah pada tahun 2019 laba bank spesialis pembiayaan perumahan itu anjlok.

"Kami memiliki optimisme, tahun ini laba bisa kembali ke tingkat laba tahun sebelumnya yakni Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun," ujar Pahala saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pada 2019 lalu, laba bersih BTN hanya mencapai Rp209 miliar, turun jauh hingga 92,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,81 triliun.

Menurut Pahala, dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) dan adanya penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, BTN harus meningkatkan alokasi dana untuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN.

"Jadi kalau sebelumnya secara rata-rata total pencadangan atau CKPN yang dibentuk oleh BTN itu Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun, dengan adanya penerapan PSAK tersebut maka pencadangan kami memang perlu ditingkatkan," katanya.

Kepada anggota DPR, Pahala menjelaskan bahwa pada September 2019 NPL perseroan menyentuh 3,5 persen. Pada akhir tahun, dengan penyesuaian kolektabilitas, NPL meningkat menjadi 4,7 persen.

"NPL meningkat terutama karena diperlukan penyesuaian kolektabilitas karena memang ada banyak nasabah yang kami lihat tidak memenuhi kriteria untuk bisa dikaegorikan sebagai nasabah "performing loans" atau kolektabilitasnya 1 dan 2,” katanya, dilansir Antara.

“Dengan adanya penyesuaian tersebut, sehingga total pencadangan yang perlu dilakukan BTN itu meningkat menjadi Rp3,7 triliun. Tentu ini menyebabkan total laba yang bisa dibukukan BTN tahun lalu menjadi hanya sebesar Rp209 miliar," ujar mantan Dirut Garuda Indonesia itu. 

#btn   #bumn   #laba