Kemenhub Siapkan Protokol Penghentian Penerbangan ke China

Ant
Kemenhub Siapkan Protokol Penghentian Penerbangan ke China
Menhub Budi Karya. (Ist)

Bogor, HanTer - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengaku masih akan membahas soal penghentian sementara penerbangan dari dan ke China yang rencananya akan dimulai pada Rabu (5/2).

"Ya pertemuan dengan maskapai dalam dan luar negeri itu besok," kata Budi Karya di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020), usai menghadiri rapat terbatas mengenai kesiapan menghadapi dampak virus corona, yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa pemerintah akan menghentikan sementara penerbangan langsung dari dan ke China daratan sejak Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Menurut Budi, dalam satu tahun setidaknya ada sekitar 2,1 juta warga China yang datang ke Indonesia, begitu pula dari Indonesia ke China. Pemerintah juga akan membatasi semua pendatang yang baru tiba dari China daratan dan mereka yang sudah berada di sana selama 14 hari tidak diperbolehkan untuk masuk maupun transit di Indonesia.

"Kita secara informal sudah memberikan arahan kepada untuk memberikan satu solusi kepada 'customer'. Pasti mereka (maskapai penerbangan) punya cara sendiri-sendiri, nantinya kita bisa arahkan, tapi sementara kita serahkan ke maskapai," tambah Budi.

Sedangkan untuk ribuan WNI yang masih berada di China daratan dan ingin pulang ke Indonesia tapi tidak bisa pulang karena pembatasan terbang tersebut, Budi mengaku juga masih melakukan pendataan. "Sebenarnya kita sudah kasih waktu mereka (WNI di China) sampai nanti malam. Tadi arahannya nanti yang masih belum bisa pulang kita bahas lagi, kami akan menginventarisir datanya," ungkap Budi.

Menhub juga membuka kemungkinan WNI dapat pulang ke Indonesia melalui negara ketiga. "Itu solusi, tapi ada syarat-syaratnya di negara-negara itu, termasuk syarat itu yang harus kita bahas," ungkap Budi.

Sedangkan untuk penerbangan kargo, Budi juga belum punya jawaban final. "Kargo sedang dipikirkan, pada dasarnya kan barang itu enggak ada masalah. Jadi yang sedang kita akan finalisasikan itu barang tetap bisa jalan tapi awak pesawatnya itu tidak turun atau awak kapalnya turun dan kita periksa," tambah Budi.

Atas kebijakan-kebijakan tersebut, Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xiao Qian, memperingatkan Indonesia untuk tidak bertindak berlebihan dalam menanggapi penyebaran virus corona. "Kan yang kita lakukan ini sama yang diberlakukan oleh negara-negara lain. Kita sebetulnya sangat hati-hati untuk melakukan itu," kata Budi menanggapi protes Dubes China.