Gandeng HKI, BPJAMSOSTEK Lindungi Pekerja di Kawasan Industri

Arbi
Gandeng HKI, BPJAMSOSTEK Lindungi Pekerja di Kawasan Industri
Kiri ke kanan: Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK E Ilyas Lubis, Ketua Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar, Direktur Utama Syslab Oges Susetio, Pendiri HKI Halim Shahab.

Jakarta, HanTer - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menjalin kerja sama dengan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) terkait Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kawasan Industri.

Hal itu tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK E. Ilyas Lubis dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar di sela-sela Seminar Nasional Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

“Pekerja di kawasan industri memiliki risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi, oleh karena itu melalui kerja sama ini kami ingin memastikan bahwa mereka memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, agar aman dan nyaman saat bekerja, sehingga produktivitas meningkat dan kualitasnya selalu terjaga,”jelas Ilyas dalam kesempatan itu.

Ilyas menuturkan, saat ini sebanyak dua juta pekerja yang tersebar di sejumlah kawasan industri di Tanah Air telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. “Sekarang masih tersisa 15 persen pekerja yg belum terdaftar, ini yang kita targetkan,” ucap Ilyas.

Dengan kerja sama ini, Ilyas juga berharap dapat meningkatkan kualitas kepesertaan pekerja kawasan industri. Kualitas tersebut diantaranya tertib iuran, tertib pelaporan upah pekerja dan mengikuti empat program jaminan sosial ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Dalam perjanjian tersebut kedua belah pihak sepakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dan penyebarluasan norma, standar, peraturan dan kriteria terkait perundangan ketenagakerjaan pada kawasan industri.

Selain itu BPJAMSOSTEK dan HKI sepakat untuk melakukan pertukaran data terkait daftar pemberi kerja/badan usaha dan tenaga kerja, serta melakukan pengawasan dalam pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan pada seluruh kawasan industri di Indonesia

Sebagai informasi, hingga Desember 2019 lalu terdapat 58 kawasan industri di Pulau Jawa, 33 kawasan industri di Pulau Sumatera, 8 kawasan industri di Pulau Kalimantan, dan 4 kawasan industri di Pulau Sulawesi.

Data BPJAMSOSTEK mencatat, hingga Desember 2019 total tenaga kerja yang terdaftar d sebanyak 55,2 Juta orang atau tumbuh sebesar 9,1 % dari tahun sebelumnya. Sementara dari sisi penambahan perusahaan atau pemberi kerja, capaian yang diraih oleh BPJAMSOSTEK mencapai 681.429 perusahaan atau tumbuh 17,71% (yoy).

"Kerja sama ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja, khususnya di kawasan industri, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan negara,"tutup Ilyas.