Harga Elpiji 3 Kg Naik, Rakyat Makin Sengsara

Alee
Harga Elpiji 3 Kg Naik, Rakyat Makin Sengsara

Jakarta, HanTer - Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga elpiji 3 kilogram (kg) menyusul dicabutnya subsidi gas dan pembatasan elpiji 3 kg, dinilai akan membuat rakyat sengsara.

"Saya kira akan menyengsarakan rakyat. Rencana kebijakan kenaikan elpiji 3 kg harus dihentikan karena akan berpotensi memicu kenaikan harga yang lain.. Jadi baiknya itu ditinjau ulang," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Sebagai informasi, pemerintah berencana mengubah penyaluran subsidi LPG 3 kg dari yang saat ini dilakukan secara terbuka menjadi tertutup mulai semester II 2020 mendatang. Dengan perubahan tersebut nantinya subsidi yang selama ini disalurkan dalam bentuk harga LPG murah akan diubah menjadi langsung diberikan ke masyarakat miskin.

Pertimbangkan

Sementara itu pengamat energi Sofyano Zakaria mengemukakan, pada dasarnya elpiji merupakan kebutuhan rakyat.Oleh karena itu pemerintah perlu mempertimbangkan rencana kenaikan elpiji 3 kg hal ini secara konfrehensif.

“Kebutuhan masyarakat terhadap elpiji harus mendapat perhatian serius dan juga dikaitkan dengan kemampuan daya beli masyarakat. Logikanya , orang yang kaya sesungguhnya tak mungkin mau menggunakan elpiji 3kg karena ini sangat merepotkan dari sisi volumenya,” ujar Sofyano kepada Harian Terbit, Rabu (22/1/2020).

Namun, lanjut Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),  bagi masyarakat yang tak tergolong benar-benar miskin, elpiji subsidi sangat mereka butuhkan karena daya beli mereka masih tergolong lemah. Pemerintah harus memperhatikan keberadaan golongan masyarakat yang tidak miskin sepenuhnya. 

Jika pemerintah ingin mengalihkan subsidi elpiji ke masyarakat langsung bukan subsidi pada produk, pemerintah harusnya menetapkan kriteria miskin secara tepat sehingga dengan pengalihan subsidi elpiji jangan sampai justru menimbulkan kemiskinan baru.

“Jika pemerintah merasa beban subsidi pada elpiji 3kg sudah sangat memberatkan, sebaiknya pemerintah berani mengambil sikap yang tidak langsung membuat kebijakan yang mungkin bisa menimbulkan persoalan baru,” paparnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Energy Watch dari Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, mau tidak mau pemerintah harus mengambil tindakan agar subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran. Sudah bukan saatnya lagi kita mensubsidi barang,lebih baik kita subsidi langsung ke orang. 

“Pemerintah akan menggunakan skema seperti BLT dalam membantu masyarakat miskin untuk elpiji 3 kg ini dan menurut saya ini langkah yang bisa dikatakan tepat karena ini memang solusi jika subsidi dihapuskan,” paparnya.

Menurut Mamit, jangan sampai dengan dicabutnya subsidi ini maka roda perekonomian masyarakat banyak terganggu. Pemerintah harus mendata UKM yang berhak di berikan subsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan rencana pemerintah menata ulang kebijakan penyaluran subsidi elpiji 3 kg imasih dibahas. Perubahan juga tidak akan dilakukan secara asal. Perubahan akan dilakukan dengan memperhitungkan kondisi masyarakat kecil dan dunia usaha.

Pertimbangan tersebut diambil supaya nantinya kebijakan yang diambil tidak memberikan masalah pada masyarakat kecil dan dunia usaha. Ia mengatakan kebijakan tata ulang tersebut sampai dengan saat ini masih dibahas.

"Yang ramai di media tidak sepenuhnya benar. Kami masih bahas dengan melibatkan kementerian dan lembaga dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil dan juga pengusaha,"katanya seperti dikutip dari website Sekretariat kabinet, Senin (20/1).

#Gas   #elpiji   #subsidi