Bunga Tinggi Dituding Penyebab Pertumbuhan Kredit Seret

Ant
Bunga Tinggi Dituding Penyebab Pertumbuhan Kredit Seret
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Tingginya bunga kredit korporasi dituding jadi beban bagi dunia usaha untuk memperoleh pendanaan, sehingga menyebabkan proyeksi pertumbuhan kredit secara nasional hanya sebesar delapan persen dari realisasi di 12,1 persen pada 2018.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan saat ini bunga kredit korporasi rata-rata sebesar 10,7 persen, padahal Bank Indonesia sudah secara agresif menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 100 basis poin (satu persen) menjadi lima persen.

Namun penurunan suku bunga kebijakan BI tersebut belum berdampak signifikan bagi suku bunga kredit korporasi.

"Ada 'spread' (selisih) dari lima (suku bunga acuan BI) ke 10,7 persen (bunga kredit korporasi) itu tidak 'support' (mendukung) pertumbuhan kredit," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Airlangga mengaku sudah menyampaikan permasalahan mahalnya bunga kredit korporasi itu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mantan Menteri Perindustrian itu meminta OJK untuk mendorong perbankan, agar transmisi penurunan suku bunga acuan BI dapat lebih cepat berdampak ke suku bunga kredit perbankan.

"Pemerintah berharap transmisi suku bunga bisa dipercepat. Kami merasa masih relatif lambat transmisinya, terutama ini untuk sektor korporasi," ujar dia.