Dana Desa Belum Mampu Turunkan Kemiskinan

Arbi

Jakarta, HanTer -  Sejak pertama digulirkan pada 2015, Program Dana Desa hingga 2019 ini dinilai belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, dalam bentuk pengurangan tingkat kemiskinan dan ketimpangan di desa.

“Berarti dana desa dinilai belum mampu maksimal untuk menurunkan jumlah penduduk miskin di pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan buruh di desa,” kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Mirah Midadan di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Mirah memaparkan, hal tersebut dilihat dari pertumbuhan penduduk miskin di perdesaan selama empat tahun terakhir yang menurun rata-rata sebesar 2,7 persen per tahun. Dibandingkan dengan sebelum adanya Dana Desa, pemerintah mampu menurunkan jumlah penduduk miskin di pedesaan rata-rata sebesar 3,1 persen per tahun.

Selain itu, Mirah menyampaikan, upah buruh tani pada September 2019 sebesar Rp38.278 per hari, lebih rendah dibandingkan pada 2013 sebesar 39.618 per hari. “Data ini menggambarkan bahwa Dana Desa belum mampu meningkatkan buruh tani,” tukas Mirah.

Ia mengatakan faktanya adalah selama ini Dana Desa banyak digunakan untuk membangun infrastruktur dibandingkan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

Alasannya, karena pertanggung jawaban pembangunan infrastruktur lebih mudah untuk dilengkapi ketimbang jika melakukan aktivitas atau usaha pemberdayaan masyarakat.

“Hal yang seharusnya dilakukan dengan Dana Desa adalah membuat aktivitas yang mampu melahirkan wirausaha baru di desa, sehingga dapat mengembangkan bisnis-bisnis baru yang lahir dari desa dengan keunikan karakteristik kawasan perdesaan,” ungkap Mirah, dilansir Antara. 

Sebagai informasi, total Dana Desa yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama lima tahun terakhir mencapai Rp 329,8 triliun. Sementara, alokasi Dana Desa untuk 2020 mendatang mencapai Rp 72 triliun, naik dari tahun ini yang sebesar Rp 70 triliun. 

Presiden Jokowi sebelumnya menginginkan agar penyaluran Dana Desa benar-benar efektif dan berdampak signifikan pada desa. terutama dalam percepatan ekonomi produktif, menggerakkan industri di pedesaan, serta mengurangi kemiskinan desa. 

“Pemanfaatan Dana Desa harus dimulai di awal tahun. Jadi, untuk tahun 2020 saya minta di bulan Januari sudah bisa dimulai. Utamakan program yang padat karya dan berikan kesempatan kerja bagi mereka yang miskin yang menganggur di desa dengan model cash for work,” katanya.