Gelar Seminar High Level Update

BPJAMSOSTEK Jaring Masukan Pengusaha-Akademisi

Arbi
 BPJAMSOSTEK Jaring Masukan Pengusaha-Akademisi
BERBINCANG: Pembicara dalam Seminar High Level Update, bertema “Designing Compensation & Benefit Toward A Better Future”, di Apindo Trade Center, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Jakarta, HanTer – BPJAMSOSTEK atau yang lebih dikenal dengan BPJS Ketenagakerjaan, menggelar Seminar High Level Update, bertema “Designing Compensation & Benefit Toward A Better Future”, di Apindo Trade Center, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite Kebijakan Pengelolaan Kinerja Organisasi dan Sumber Daya Manusia (Komite KPKOS), yang merupakan salah satu dari empat Komite Dewan Pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK.

Hadir sebagai pembicara Dewan Pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK, Inda D. Hasman dan M. Adityawarman, bersama Direktur Pusat Studi Apindo, Suprayitno; Ketua Umum Apindo, Hariadi B Sukamdani; dan Dirjen PHI dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Retno Pratiwi.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan masyarakat untuk mendapatkan masukan. Selain dari kalangan internal, BPJAMSOSTEK juga melibatkan pihak eksternal yaitu kalangan pengusaha, mahasiswa, akademisi dan pihak-pihak yang peduli terhadap kesejahteraan pekerja,” kata anggota Dewas BPJAMSOSTEK, M. Adityawarman dalam kesempatan tersebut.

Dikatakan Adit, munculnya berbagai perusahaan rintisan atau start-up adalah kemajuan besar bagi Indonesia. Selain membuka berbagai peluang kerja untuk para pencari kerja, hadirnya perusahaan-perusahaan start-up ini juga memberikan pilihan untuk dapat memilih bidang pekerjaan sesuai dengan minat, bakat serta tawaran penghasilan dan kesejahteraan yang lebih beragam.

Namun, sambung dia, tidak semua pihak menganggap hal ini sebagai nilai positif sebab dengan hadirnya pilihan lapangan pekerjaan baru yang cukup menjanjikan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan eksisting saat ini dalam mempertahankan asset berharga mereka, yaitu karyawan yang dapat kapan saja mengundurkan diri untuk mendapatkan tawaran kesejahteraan yang lebih baik dari perusahaan-perusahaan baru tersebut.

“Kami menyelenggarakan ini untuk memberikan gambaran aspek-aspek kesejahteraan pekerja yang bukan hanya merupakan komponen gaji semata, namun juga dapat berupa Compensation Benefit (Comben) dan jaminan sosial yang merupakan hak setiap pekerja yang harus dikelola dengan baik dan tepat untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bersama antara pekerja dan perusahaan,” jelas , Inda D. Hasman, anggota Dewas BPJAMSOSTEK

Ia menuturkan, adaa fakta bahwa perusahaan-perusahaan baru ini memang seolah membawa angin segar, khususnya untuk para pekerja muda atau kalangan milenials yang cenderung melek teknologi, haus kesempatan, dan memperhatikan timbal balik dari perusahaan.

Tentunya, kata dia, hal ini menjadi pertimbangan bagi perusahaan lainnya untuk dapat bersaing dalam mempertahankan asset karyawan mereka agar dapat bekerja secara nyaman dengan kinerja maksimal. Jika kesejahteraan terjamin, maka seiring itu pula kinerja karyawan diharapkan akan meningkat.

“Kami berharap acara ini dapat memberi insight baru untuk dapat merancang pengelolaan yang baik mengenai comben yang berbasis pada keadilan dan penghargaan yang tepat bagi pekerja untuk masa depan yang lebih baik untuk pekerja itu sendiri dan organisasi atau perusahaan,” pungkas Inda.