Garuda Indonesia Digugat PT SJL Terkait Kontrak Diputus Sepihak

Safari
Garuda Indonesia Digugat PT SJL Terkait Kontrak Diputus Sepihak

Jakarta, HanTer - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, digugat mitra bisnisnya,  PT Sumber Jaya Limec Cargo (SJL). ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Gugatan dilayangkan menyusul keputusan pengelola kargo Garuda yang melakukan pemutusan keagenan secara sepihak dengan SJL tanpa alasan dan teguran sebagai sebab dilakukannya pemutusan.

"Klien kami diputus kontraknya secara sepihak tanpa ada pernyataan terlebih dahulu. Karena pemutusan sepihak itu, klien kami mengalami kerugian materil maupun immateril," ujar Piter Siringoringo, kuasa hukum PT SJL di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Piter memaparkan, pemutusan keagenan sepihak oleh Kargo Garuda dilakukan melalui surat nomor GARUDA/JKTGCA/20049/19 pada 4 Februari 2019 yang ditandatangani oleh Pjs GM Cargo Sales Area Jakarta Raya Anandhito Prakoso. Dalam surat pemutusan keagenan itu disebutkan, merujuk pada syarat dan ketentuan keagenan kargo domestik dan internasional pasal 18 mengenai pencabutan status keagenan kargo.

Padahal SJL merupakan mitra bisnis dibidang keagenan kargo udara yang sudah 15 tahun. Kontribusi SJL ke Kargo Garuda cukup besar. Bahkan agunan untuk menjalin kerjasama dengan Garuda juga telah diberikan oleh SJL. "Selama menjalankan usahanya klien kami menjalankan hubungan bisnis dengan baik. Termasuk saat iklim usaha pengiriman barang sedang menurun di wilayah tertentu beberapa waktu lalu," jelasnya.

Piter membeberkan, selama bekerjasama sebagai agen kargo dengan PT Garuda Indonesia, dalam tiga tahun terakhir telah mengirim barang cukup banyak. Misalnya pada tahun 2016 total pengiriman 6.560.976,5 ton/Rp 60.799.199.915. Kemudian pada tahun 2017, total pengiriman 6.360.889,5 ton/Rp 54.201.211.901. Kemudian pada tahun 2018 total pengiriman 6.978.466,7 ton/Rp 69.313.146.160.

"Namun pada tahun 2019, pasca pergantian jajaran direksi PT Garuda Indonesia, secara tiba-tiba status keagenan klien kami dicabut tanpa alasan yang jelas. Melalui email dengan surat pemutusan keagenan kargo domestik nomor Garuda/JKTGCA/20049/19 tanggal 4 Febuari 2019 dan Surat Pemutusan Keagenan Kargo Domestik Nomor Garuda/MESAM/20064/19 tertanggal 5 Febuari 2019," paparnya.

Direktur Utama SJL Lim Bendy membenarkan adanya pemutusan secara sepihak dan tanpa alasan l. Padahal, kontribusi SJL ke Kargo Garuda rata-rata 600 ribu ton atau senilai Rp69 miliar per tahun. Lim mengungkapkan, sebelum pemutusan sepihak, awalnya pihak direksi kargo Garuda menanyakan soal tarif kargo domestik yang dikelola SJL, dikatakan terlalu murah sehingga bisa mengisi kargo sebesar itu.

Dia mencontohkan, misalnya SJL diberikan kuota kargo 100 ton per bulan, dengan tarif lebih murah dari tarif umum. Namun ketika kuota dipenuhi, direksi kargo Garuda, ungkap Lim, malah mencurigai SJL memberikan upeti kepada petugas-petugas Kargo Garuda sehingga SJL diberikan tarif lebih murah.

Selama masih berlangsungnya kerjasama dengan Garuda, Lim mengatakan SJL mengirim kargo ke Jakarta-Medan, Banjarmasin- Manado.Adapun bank garansi yang setorkan pihaknya ke Garuda sebagai jaminan keagenan sebesar Rp 2 miliar plus uang koreksi Jakarta-Medan sebesar Rp 400 juta. Hingga saat ini uang tersebut masih mengendap di Garuda dan belum diberikan.

Sementara itu, saat diminta tanggapannya terkait gugatan tersebut VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi dan dikontak melalui  WA, Rosan belum menjawab mengenai hal itu. 

#Garuda   #SJL   #gugatan