Cara Kreatif Pacu Inklusi Keuangan

Danial
Cara Kreatif Pacu Inklusi Keuangan
Allianz Indonesia menginisiasi program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu"

Jakarta, HanTer - Indonesia membutuhkan cara kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan yang rendah. Pemanfaatan bank sampah hingga kebiasaan iuran di RT menjadi bagian peningkatan inklusi keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan tidak menampik bahwa  inklusi keuangan maupun literasi keuangan Indonesia tergolong rendah. Bank Dunia mencatat, tingkat inklusi atau porsi penduduk yang punya akses pada jasa dan layanan keuangan di Indonesia hanya 48,9 pada 2017. Pada 2019, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75 persen pada 2019. Memang, OJK mengakui tidak mudah mencapai target itu. 

“Langkah inovatif di industri keuangan bagi kelompok masyarakat emerging consumer menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” ungkap Ariastiadi, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank 1A, OJK. 
Bank Sampah

Dinamika lapangan membutuhkan solusi kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan. Salah satunya lewat pemanfaatan bank sampah. Pemanfaatan itu tidak lepas dari fakta hingga  65 juta ton sampah yang dihasilkan di Indonesia setiap hari, hanya 7% yang didaur ulang, sementara 69% berakhir di tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Padahal, sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis, jika dipilah dan dikelola dengan benar.

Bertepatan dengan  Bulan Inklusi Keuangan dan Hari Asuransi yang diperingati pada Oktober ini, Allianz Indonesia terus melakukan perluasan akses perlindungan asuransi jiwa mikro Sekoci  dan perlindungan asuransi kecelakaan diri kepada masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah. Allianz Indonesia menginisiasi program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu"

“Program ini memungkinkan masyarakat mendapatkan perlindungan asuransi dengan cara menukarkan saldo tabungan di bank sampah. Berangkat dari kondisi masih rendahnya penetrasi asuransi dan inklusi finansial dibandingkan dengan kondisi demografi dan luas wilayah Indonesia, kami melakukan berbagai inovasi dan sinergi untuk menyediakan layanan keuangan dan akses asuransi bagi segmen masyarakat yang belum tersentuh,” kata Bianto Surodjo, Chief of Partnership Distribution Officer dari Allianz Life Indonesia.

Allianz Indonesia bekerjasama dengan mitra strategis yang menyediakan aplikasi digital MySmash untuk mendukung kegiatan operasional Bank Sampah di seluruh Indonesia dan berfungsi sebagai kanal distribusi baru untuk memberikan akses perlindungan asuransi jiwa mikro “Sekoci” bagi  masyarakat yang menjadi nasabah Bank Sampah. 

“Untuk asuransi kecelakaan diri, proses pendaftarannya bisa dilakukan secara manual melalui bank sampah tempat nasabah menabung sampah,” katanya.

Jangkauan Lebih Luas

Pemanfaatan bank sampah membuat jangkauan layanan keuangan bisa lebih meluas. Sebab, akses masyarakat pada layanan keuangan bisa melalui bank sampah yang semakin banyak beroperasi di Indonesia.

Bianto juga menjelaskan bahwa program tersebut diharapkan membantu masyarakat kelompok emerging consumers untuk memperoleh akses perlindungan asuransi dengan cara yang sangat mudah dan harga yang terjangkau.

Program itu sejalan dengan sejalan dengan tujuan perusahaan yang ingin memberikan perlindungan ke lebih banyak orang di Indonesia (to insure more people).

“(Allianz) tidak hanya fokus pada pertumbuhan premi saja,” jelas Bianto. 

Bianto menambahkan, tujuan utama dari dua program tersebut adalah melindungi lebih banyak orang Indonesia dan produk asuransi lebih mudah diakses sehingga dikemas secara lebih unik agar lebih mudah diterima masyarakat. Ada dua produk yang dikenalkan, asuransi jiwa mikro dan asuransi kecelakaan diri plus medical expense.

“(Dua produk itu) penetrasinya masih rendah dan perlu edukasi ke masyarakat,” ungkap Bianto.

Iuran RT

Cara lain untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah memanfaatkan kebiasaan mengumpulkan iuran di masyarakat. Allianz Indonesia  memperkenalkan Program “Allianz Uang Duka”, yang memberikan santunan kematian dari produk asuransi jiwa kumpulan Allianz, yang dapat diakses oleh masyarakat warga Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan tingkat kelurahan”, kata Bianto Surodjo, Chief Partnership Distribution Officer Allianz Indonesia. 

Seperti yang kita ketahui, asas gotong royong dan kekeluargaan sudah menjadi tradisi untuk dijalankan oleh masyarakat warga RT, RW & tingkat kelurahan saat salah satu dari warga masyarakat mengalami musibah atau kedukaan. Allianz Indonesia melihat hal ini sebagai salah satu kesempatan untuk memperkenalkan akses dan produk asuransi kepada warga melalui proses pengumpulan dana yang kemudian dinamakan Program “Allianz Uang Duka”. 

Perluasan akses perlindungan dan produk asuransi melalui kedua program ini merupakan wujud komitmen Allianz Indonesia untuk mendukung program pemerintah dan OJK dalam meningkatkan penetrasi asuransi, literasi keuangan serta inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat Indonesia.