ASDP Berikan Bantuan Operasi Sumbing Bibir Gratis dan Renovasi Puskesdes di Labuan Bajo

zamzam/relass
 ASDP Berikan Bantuan Operasi Sumbing Bibir Gratis dan Renovasi Puskesdes di Labuan Bajo


Labuan Bajo, HanTer -  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menggelarakan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) berupa bantuan operasi sumbing bibir gratis kepada 24 orang anak di Rumah Sakit Umum Komodo, Labuan Bajo dan dukungan renovasi, pengecatan dan pemberian fasilitas kesehatan Puskesdes di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/7/2019).

Acara simbolisasi penyeran bantuan senilai total Rp 100 juta  dilakukan di Pulau Rinca, disaksikan Ibu Gubernur NTT,Julie Laiskodat didampingi oleh Ibu Bupati Kabupaten Manggarai.

Kegiatan dilaksanakan oleh divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui program Sentuhan Nyata untuk Masyarakat (Senyum ASDP) yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam Komodo Project.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, dukungan terhadap kegiatan bakti sosial ini sebagai bukti bahwa ASDP tidak hanya fokus pada kegiatan yang mendatangkan profit bisnis.

"Namun lebih dari itu sebagai sebuah korporasi bisnis terutama BUMN, ASDP melakukan berbagai program kemasyarakatan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat dan keberlangsungan planet/lingkungan khususnya di Labuan Bajo dan sekitarnya sebagai salah satu daerah operasional layanan penyeberangan dan tempat dibangunnya hotel dan marina ASDP di Labuan Bajo melalui anak usahanya," ujarnya.

Pihaknya bersyukur dapat membantu anak-anak Indonesia dapat kembali tersenyum indah, dimana 24 orang anak di Labuan Bajo dapat mengikuti operasi sumbing bibir sehingga dapat lebih percaya diri meraih masa depan. Selain itu masyarakat di Pulau Rinca dapat mengakses fasilitas Puskesdes yang lebih memadai.

Ditegaskan ASDP ingin berperan aktif mendukung perbaikan tingkat kesehatan masyarakat di Labuan Bajo karena banyak ditemukan kasus sumbing bibir di kalangan anak-anak. Sementara untuk fasilitas Puskesmas di Pulau Rinca berdasarkan survei kondisi fisiknya sangat memerlukan perbaikan agar lebih layak.

Berdasarkan data lebih dari 200.000 orang hidup di dunia dengan kondisi sumbing bibir. Di Indonesia sendiri, dalam setahun, ada 8.000 anak terlahir dalam keadaan sumbing. Sejak tahun 2002 telah dilakukan operasi kepada 75.000 orang sumbing bibir di Indonesia.