Penumpang Puji Layanan Bus Damri Trayek Soekarno Hatta, dan Tak Masalahkan Tanpa Kondektur

Safari
Penumpang Puji Layanan Bus Damri Trayek Soekarno Hatta, dan Tak Masalahkan Tanpa Kondektur
Pelayanan bus Damri khusunya jalur ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten mengalami perbaikan.

Jakarta, HanTer—Pelayanan bus Damri khusunya jalur ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten mengalami perbaikan. Pelayanan pembelian tiket elektronik (e-ticketing) maupun pembelian tiket di counter yang tersedia di kawasan Bandara, dinilai sangat positif. Selain memberi kemudahan kepada pengguna jasa, juga bisa mencegah terjadinya kebocoran pendapatan.

Demikian disampaikan sejumlah calon penumpang bus Damri jalur Bandara Soekarno Hatta, Minggu (7/7/2019) kepada Harian Terbit di terminal II dan III Bandara Soekarno Hatta.  

“Pelayanan yang diberikan sangat baik Mas, turun dari pesawat, beli tiket di counter yang tersedia, langsung naik ke bus. Di atas bus kita tidak lai mengeluarkan dompet untuk membayar, cukup memberi karcis kepada petugas. Ini sangat bagus, harus terus dipertahankan. Kondisi bus juga bersih dan mewah,” kata seorang penumpang bus yang mengaku bernama Abu.

Hal senada juga disampaikan Saidi, karyawan sebuah perusahaan swasta. Saat ditanya bagaimana pelayanan bus Damri saat ini, pria yang baru pulang dari Solo ini langsung memberikan acungan jempol. “Top Mas, bus bersih, tempat duduknya nyaman, dan terpenting adalah tiket mudah diperoleh. Sekarang sudah e-ticketing, jadi tak masalah tanpa kondektur,” paparnya.

Ny Indah, seorang PNS di Surabaya juga mengaku merasakan perbaikan pelayanan yang dilakukan manajemen Damri. “Bagus-bagus....harus terus dipertahankan, terutama mudahnya mendapat tiket dan kebersihan bus yang sangat baik. Tiket elektronik juga bisa mencegah terjadinya kebocoran pendapatan,” paparnya.

Saat ditanya apakah bus Damri perlu ada kondektur (helper), Abu, Saidi dan Indah mengemukakan, karena sudah sistem online, ketiganya sependapat tidak diperlukan lagi kondektur. Kan kita penumpang membayar lewat online dan beli tiket ci counter yang tersedia.

Cegah Kebocoran

Sementara itu, Analis Kebijakan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengakui, sudah sekitar dua tahun ini pelayanan bus Damri khusunya jalur ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten mengalami perbaikan. Bahkan Azas yang mengaku sebagai pengguna setia bus Damri ini mendapat banyak info bahwa manajemen Damri saat ini sedang banyak melakukan perbaikan sistem pelayanan agar tidak ada kebocoran pendapatan.

"Kita ketahui bersama seringkali perusahaan negara di bidang transportasi darat ini mengalami kerugian besar dan bangkrut karena kebocoran atau korupsi di dalam tubuhnya sendiri," ujar Azas di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Menurtnya, keberadaan kondektur Damri honornya dibayarkan oleh pengemudi karena tidak ada dalam struktur pelayanan bus Damri. “Saya mendapat informasi satu pengemudi hingga bisa memiliki dan menggaji  3 orang Helper," jelas Azas yang juga pengguna setia bus Damri ini.

Sementara, sambung Azas, pendapatan seorang pengemudi bus Damri saat ini take home pay-nya Rp 10 juta. Pertanyaan sederhana saja dari mana uang pengemudi bisa menggaji hingga 3 orang kondektur? Mana ada orang yang pendapatannya dikurangi sangat besar begitu saja? Untuk mengurangi masalah kebocoran dan peningkatan layanan maka kondektur harus dihapuskan. 

"Penghapusan kondektur agar sistem pengawasan tiketing berjalan baik dan pendapatan Damri pada banyak jalur meningkat sampai 40% hingga 50%. Karena selama ini kondektur terbukti bagian dari masalah kebocoran tiketing Damri. Peniadaan kondektur menghasilkan kebaikan dalam layanan Damri," paparnya.

Azas memaparkan, pengalamannya selama dua bulan ini menunjukan bahwa ada banyak pihak yang ingin menggagalkan bangunan perbaikan sistem layanan Damri. Karena kebocoran yang besar melalui sistem tiketing rupanya hendak dipertahankan oleh mereka karena perbaikan sistem tiketing telah merusak pendapatan gelap mereka. 

Para mengemudi tetap mengambil ulang tiket penumpang di perjalanan dan tetap ada penjualan tiket di atas bus. Padahal manajemen sudah memasang alat kontrol tiket elektronik dan tidak membolehkan pembelian tiket di atas bus. Banyak laporan disampaikan pengguna atau penumpang bus Damri atas pengambilan tiket di perjalanan oleh pengemudi dan manajemen melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi tersebut. 

"Manajemen ingin membangun Damri dengan pelayanan terbaik kepada penumpangnya. Tapi saya melihat penolakan para pengemudi atau petugas lapangan Damri ini adalah bagian menolak perbaikan pelayanan Damri. Saya mendukung manajemen bus Damri memperbaiki layanan kepada para penggunanya. Saya mendukung manajemen Damri menindak tegas para pencuri uang negara dalam pelayanan Damri," tegasnya. 

Harus Bijak 

Terpisah, pengamat transportasi, Syam Kelana mengatakan, dalam mengadopsi teknologi untuk mengurangi kebocoran maka 
Direksi Damri idealnya bersikap lebih bijaksana.

"Teknologi seperti e-ticketing perlu, tapi yang lebih penting harus dicarikan solusi yang tepat agar tidak merugikan pihak - pihak yang selama ini ada di Damri. Direksi Damri bisa mengalihkan para kondektur tersebut ke  anak anak usaha. Sehingga ada win - win solusi baik bagi Damri maupun terhadap pihak - pihak yang dipekerjakan,” paparnya kepada Harian Terbit.