Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan kerja

BPJS-TK Berikan Santunan Ahli Waris Driver Bank BUMN

Arbi
BPJS-TK Berikan Santunan Ahli Waris Driver Bank BUMN
Tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir tengah berbincang dengan Darmawan, rekan kerja almarhum Supriardi Sardi. Foto: Dok BPJS TK

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir memastikan segera memberikan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris dari Supriardi Sardi, seorang pegawai Bank BUMN, peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Almarhum Supriardi meninggal dunia akibat serangan jantung.

“Saya turut berduka atas meninggalnya saudara Supriadi yang bekerja selaku Driver bank milik BUMN. Semoga dengan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dapat meringankan beban keluarga almarhum karena pak Supriadi adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Singgih Marsudi, Kamis (20/6/2019).

Singgih memastikan klaim manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan setelah proses pengajuan klaim rampung. “Kami akan memberikan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja ahli waris almarhum Supriardi Sardi, yaitu Sardiati selaku istri,” ucapnya.

Tim Cek Kasus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir sendiri telah mengunjungi lokasi atau tempat almarhum meninggal dunia. Tim juga menemui Darmawan, rekan kerja almarhum. Darmawan menuturkan bahwa almarhum meninggal dunia pada saat mempersiapkan kendaraan dinas kantor tempat ia bekerja.

“Almarhum sudah berada di kantor pada pukul 06.45 dan mengeluhkan dadanya yang sesak, karena persiapan untuk tugas sehari-hari sebagai driver. (Kemudian) almarhum menuju basement untuk mempersiapkan kendaraan dinas. Pada pukul 7.30 ditemui oleh rekan-rekan kerjanya, Supriadi sudah menghembuskan nafas,” kata darmawan

Namun untuk memastikan, pada saat kejadian itu Ia dan rekan-rekan kerja lainnya membawa almarhum ke rumah sakit terdekat, tapi saat dicek oleh dokter, Supriadi dinyatakan sudah meninggal dunia dengan indikasi serangan jantung.

Singgih menuturkan, kasus yang dialami Supriadi merupakan kematian akibat kecelakaan kerja. Untuk itu, ahli waris atau keluarga almarhum Supriadi akan mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja. “Bahwa keluarga almarhum akan mendapat santunan Jaminan Kecelakaan akibat Kerja yaitu sebesar 48 kali gaji, dan ditambah santunan berkala dan biaya pemakaman,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Singgih juga mengingatkan setiap pekerja baik formal maupun informal untuk mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, serta kepada pemberi kerja mendaftarkan pekerjanya. “Pekerja harus tahu bahwa Jaminan ini adalah hak bagi seluruh tenaga kerja,” tegas Singgih.

“Sangat penting untuk seluruh perusahaan untuk patuh dalam melindungi tenaga kerja di perusahaan, kasus pak Supriadi ini adalah satu dari ribuan kasus kecelakaan kerja yang kami (BPJS Ketenagakerjaan) hadapi,” tambahnya.