Tolak Maskapai Asing Masuk Indonesia

Sammy
Tolak Maskapai Asing Masuk Indonesia
Ilustrasi maskapai asing

Jakarta, HanTer— Menteri Perhungan akan mengundang maskapai penerbangan asing beroperasi di Indonesia sebagai solusi menurunkan harga tiket pesawat udara yang belakangan menggila.

“Apabila benar Menteri Perhubungan mengizinkan penerbangan maskapai asing dalam negeri, tindakan bertentangan dengan hukum internasional sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Konvensi Chicago 1944, sekaligus hukum asing berlaku di Indonesia. Tentu akan merugikan perusahaan nasional dan tidak sejalan dengan undang-undang penerbangan,” kata Guru Besar Hukum Udara Universitas Tarumanagara Prof Dr Martono, Senin (10/6/2019).

Dalam artikelnya di Harian Terbit, Martono menyebut Pasal tersebut berbunyi :"Each Contracting State shall have the right to refuse permission to the aircraft of othet contracting State to take on in its territory passebgers, mail and cargo carried for remuneration or hire and destined for another point within its territory.Each cotracting State undertakes no to enter into any arrangements which specifically grant any previlige on an exclusive basis, to any other State or an airlines of any other State, and not to obtain any such exclusive previlige from any other State".

Pasal tersebut dikenal sebagai hak cabotage. “Dalam praktek transportasi udara, dewasa ini tidak ada negara manapun yang mengizinkan perusahaan penerbangan asing beroperasi di dalam negerinya,” ujar Martono.

Diakuinya, memang dalam hal-hal tertentu pesawat udara asing dapat dioperasikan di dalam negeri,  misalnya penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan tetapi bukan komersial, misalnya untuk menolong orang sakit,  penerbangan di Papua untuk kepentingan missionaris dll. Atau pesawat udara yang sedang diurus pendaftarannya dan lainnya.

Mendukung

Pengamat kebijakan dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan mendukung kebijakan jika maskapai asing masuk ke Indonesia agar transportasi udara bisa dinikmati masyarakat Indonesia dengan murah dan mudah.

"Kan ada aturannya (maskapai asing beroperasi di Indonesia). Kalau aturannya kemudian memungkinkan ya bagus juga, tapi harus diatur secara ketat agar tidak mematikan industry penerbangan dalam negeri, " ujar Azas kepada Harian Terbit, Senin (10/6/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pemerintah telah berupaya menurunkan harga tiket pesawat. Langkah yang telah ditempuh seperti menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) dan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB). Kemudian, harga avtur juga telah diturunkan karena dinilai berkontribusi hampir 40 persen terhadap total biaya yang ditanggung maskapai penerbangan

Terkait mengundang maskapai asing, Jokowi menyebut perizinan di Indonesia memungkinan untuk itu. Maskapai asing bisa mendirikan perusahaan (perseroan terbatas) dan membuka rute-rute domestik. Saat ini, maskapai asing yang telah membuka rute penerbangan domestik adalah Indonesia AirAsia. Di mana 49,25 persen sahamnya dimiliki oleh AirAsia Investment Ltd.

"Lho kita kan juga terbuka. Yang penting kompetisilah. Saya kira di dalam negeri sendiri kalau ada kompetisi kan bagus," jelasnya.

Jokowi tak menampik tingginya harga tiket pesawat telah berdampak pada perekonomian daerah, khususnya daerah tujuan wisata seperti Bali, Yogyakarta, Bangka Belitung, hingga Lombok. Angka kunjungan wisatawan domestik anjlok sejak awal tahun. "Saya mendapatkan keluhan di Bali mengeluh, di Bangka Belitung sampaikan hal yang sama," ujarnya.