Perlu Aturan Teknis Agar UMKM Bisa Memanfaatkan Teknologi Digital

Safari
Perlu Aturan Teknis Agar UMKM Bisa Memanfaatkan Teknologi Digital
Diskusi publik bertema "Peran Teknologi Digital Dalam Menggerakkan UMKM," yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) kerjasama dengan Perum Jamkrindo di kantor KMI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019) 

Jakarta, HanTer - Pengamat ekonomi dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Bima Yudhistira mengatakan, sejak adanya teknologi digital maka banyak para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah) yang terbantu. Apalagi  seiring dengan meningkatnya pertumbuhan UMKM maka adanya perubahan pola konsumsi secara online. 

Diperkirakan setiap harinya kaum milenial mengeluarkan sekitar Rp50 - 150 ribu untuk membeli makanan secara online. Selain itu, saat ini kaum milenial juga sedang trend dengan jalan-jalan melalui traveling sehingga UMKM yang terkait dengan pariwisata cukup meningkat.

“Dengan adanya teknologi digital dan perubahan pola konsumsi tersebut, maka pemerintah perlu memfasilitasinya dengan memperluas jangkauan internet. Produk yang dijual pun masih sederhana sehingga diperlukan pendampingan dan pembinaan agar lebih baik. KUR juga harus diperbanyak dan lebih baik lagi sehingga UMKM dan konsumen sudah siap dengan digital," ujar Bima Yudhistira usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Peran Teknologi Digital Dalam Menggerakkan UMKM," yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) kerjasama dengan Perum Jamkrindo di kantor KMI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Bima menuturkan, upaya pemerintah untuk menurunkan pajak penghasilan (PPh) untuk UMKM menjadi 0,5 persen dalam kondisi sekarang maka sebaiknya menjadi nol persen sehingga UMKM bebas pajak. Dengan PPh yang nol persen maka para UMKM bisa bersaing dengan produknya yang lebih murah dan serapannya juha lebih bagus.

“Meningkatnya pendapatan pajak sebagai dampak teknologi digital ini perlu didukung dengan aturan-aturan teknis untuk menarik pajak dari e-commerce. Harapannya memang jangan sampai mereka yang berjualan di online dengan mereka yang di konvensional ada perbedaan dalam perlakuan pajak,” tutupnya.