TAJUK: Mencari Tahu Rekam Jejak Caleg yang Akan Dipilih

***
TAJUK: Mencari Tahu Rekam Jejak Caleg yang Akan Dipilih
Ilustrasi

Selama masa tenang 14-16 April 2019, masyarakat diharapkan mencari tahu rekam jejak nama dan latar belakang, riwayat hidup dan visi-misi calon yang akan dipilih dalam lima surat suara nanti. Hal ini penting karena waktu di bilik suara itu tidak lama. Juga agar masyarakat tidak salah pilih.

Peneliti Indonesia Corruptiom Watch (ICW) Almas Sjafrina di Jakarta, Minggu, mengimbau kepada pemilih sebelum ke TPS pastikan sudah mencari tahu rekam jejak, nama dan latar belakang orang yang akan dipilih nanti karena waktu di bilik suara itu tidak lama.

Selain calon presiden dan wakil presiden, kata dia, dalam surat suara hanya terdapat nama, tidak ada informasi lebih, sehingga penting untuk mengetahui pilihan sebelum masuk ke bilik suara.

Untuk mengenal para calon, masyarakat dapat mengakses berbagai saluran informasi baik daring mau pun luring yang menyediakan informasi calon.

Banyaknya portal penyedia informasi caleg tingkat nasional hingga kabupaten/kota itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemilih sebelum mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).

Sejumlah portal hadir untuk membantu pemilih menelusuri rekam jejak caleg yang akan dipilih pada 17 April 2019, apalagi tidak semua caleg dapat diakses datanya dalam laman Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Portal yang menyediakan informasi soal caleg tersebut adalah JariUngu.com, PintarMemilih.id dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), WikiDPR.org, RekamJejak.net dari Indonesia Corruption Watch (ICW), iklancapres.id dari Yayasan Satu Dunia dan kbr.id.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masa tenang sebagai kesempatan untuk menetapkan pilihan sebelum memasuki bilik atau tempat pemungutan suara (TPS). Visi dan misi semua kontestan Pemilu telah dipaparkan. Kini, pilihan dan keputusan ada di tangan masyarakat melalui penggunaan hak memilih pada Rabu, 17 April 2019 nanti.

Kesadaran dan kemauan masyarakat menggunakan hak pilih bukan hanya penting, melainkan juga sangat diharapkan. Kesadaran menggunakan pilih itu, mau tak mau, patut untuk dikaitkan dengan tantangan riel yang sedang dihadapi bangsa dan negara dewasa ini. Sebab, bagaimana cara dan strategi menghadapi tantangan itu akan memengaruhi masa depan bangsa.

Tak hanya itu, selama masa tenang, masyarakat diharapkan aktif mengawasi lingkungannya untuk mencegah terjadinya pelanggaran, seperti politik uang yang rawan terjadi selama masa tenang. ICW mencatat politik uang menjadi pelanggaran pemilu yang paling banyak dilakukan dalam Pemilu 2014.

Terkait politik uang ini kita mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membentuk tim patroli anti politik uang untuk mencegah praktik "jual beli suara" dalam Pemilu serentak 17 April 2019.

Ketua Bawaslu Bangka Tengah Robianto di Koba, Minggu, mengemukakan, tim patroli anti politik uang yang bertugas siang dan malam selama masa tenang. Ia menjelaskan, tim patroli pengawasan anti politik uang ini melibatkan seluruh jajaran pengawas mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

Diharapkan, pemilih tidak langsung pulang setelah menyalurkan hak pilihnya, melainkan mengawal proses pemungutan suara dan penghitungan di TPS masing-masing untuk mencegah kecurangan.

Pelaksanaan pemilihan umum serentak pada 17 April mendatang akan terdapat lima surat suara untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Harapan kita agar tidak salah pilih setiap individu, pemilih bijaksana dan cerdas menggunakan hal pilih.

Selain bijaksana dan cerdas, masyarakat juga perlu mengawasi lingkungan sekitar untuk mencegah terjadinya politik uang lewat serangan fajar. 

Terkait kecurangan ini tentu kita harapkan panwas dan Bawaslu untuk bekerja secara independen dan profesional di masa tenang dan pemilu pada 17 April mendatang. Tentu saja harus siap menindak pelanggaran seperti politik uang dan serangan fajar yang rentan terjadi pada masa tenang dan pemungutan suara.

Harapan kita semua semua pihak harus bisa memastikan pemilu bisa berjalan secara bersih dan damai. Untuk itu kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah pada masa tenang Pemilu.