IndoSterling Aset Manajemen (IAM) Wujud Berinvestasi Sambil Beramal 

romi
IndoSterling Aset Manajemen (IAM) Wujud Berinvestasi Sambil Beramal 
IndoSterling Aset Manajemen (IAM)/ ist

Jakarta, HanTer - Berinvestasi sambil beramal dan beramal sambil berinvestasi, ini menjadi aset penting bagi seseorang menabung sambil berbagi dengan orang-orang yang menbutuhkan.  Seperti dilakukan lndoSterling Group yang memberikan solusi manajemen investasi dengan melakukan Grand Launching IndoSterling Aset Manajemen (IAM). 

Presiden Direktur IAM, Njauw Djoeng San mengatakan produk yang ditawarkan ada dua jenis instrumen investasi. Keduanya adalah investasi Reksa Dana lndoSterIing Pasar Uang dan Reksa Dana IndoSterling Ekuitas Likuid Plus. 

Selain itu, lndoSterling Aset Manajemen yang hadir dengan mengusung tagline ”Creating Value Beyond” ini tak semata-mata menawarkan produk yang mengejar keuntungan material saja.

Tercatatat, tahun pertama keberadaan IAM berupa program CSR akan dijalankan dengan mengalokasikan 50 persen biaya pengelolaan (managementfee) dari produk Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang. 

“Dana ini akan dialokasikan kepada tiga yayasan berbadan hukum. Ketiganya adalah Yayasan Pita Kuning, Yayasan Vertical Rescue Indonesia dan Rumah Faye,” kata Njauw Djoeng San, di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Untuk Yayasan Pita Kuning merupakan lembaga yang memfokuskan perhatiannya dalam membantu pasien kanker anak dari keluarga kurang mampu. Kemudian Yayasan Vertical Rescue Indonesia dengan program membangun jembatan gantung yang bermanfaat bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. 

Relawan Pita Kuning Tyas Amalia Yahya mengatakan kegiatan organisasi tersebut banyak berkaitan dengan tindakan medis. Sebagai pendamping pasien kanker kurang mampu, Pita Kuning harus menyuplai berbagai alat kesehatan seperti bola mata palsu dan peralatan penunjang lainnya yang tidak ditutup BPJS.

"Kami juga urus sampai mereka menjelang masa kritis dan mengurus jenazah. Dengan bantuan ini kami bisa bantu lebih banyak lagi anak-anak yang butuh bantuan," kata Lia.

Sementara itu, Komisaris IndoSterling Aset Manajemen, Bowo W. Suhardjo mengatakan, hadirnya Philanthropy Management dari IAM ini menjadi bagian penting untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di tanah air. 

“Kepedulian semacam inilah yang diperlukan sekarang untuk merespons berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di negeri ini,” tutupnya. 

Sedangkan, Founder lndoSterling Group, William Henley menyatakan, kehadiran IAM ini menjadi bagian penting dalam melengkapi ekosistem perekonomian, finansial, dan pasar modal di Indonesia. 

”Kami hadir mengajak investor menjadi bagian dari powerful ecosystem yang berkontribusi, menyentuh hidup lebih banyak orang, membawa harapan dan perubahan yang lebih baik,” kata William.