Tumbuh Melambat, Kinerja Ekspor KUMKM 2018 Turun 2,68 Persen

Arbi
Tumbuh Melambat, Kinerja Ekspor KUMKM 2018 Turun 2,68 Persen
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit. (Ist)

Jakarta, HanTer – Realisasi kinerja ekspor sektor koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) sepanjang 2018 turun 2,68 persen atau hanya tumbuh 12,32 persen, lebih rendah dari capaian 2017 sebesar 15 persen.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menuturkan, penurunan ekspor ini terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global yang membuat permintaan produk dari negara-negara tujuan ekspor berkurang.

“Penurunan ekspor ini terjadi pada 84 KUKM yang difasilitasi Kemenkop UKM,” kata Victoria dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Kendati ekspor menurun, Victoria menyatakan capaian tersebut harus diapresiasi mengingat banyak sektor yang juga terdampak gejolak perekonomian global yang. “Kita tetap beruntung sektor KUMKM tetap bisa mencatatkan pertumbuhan meskipun turun,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan ekspor pada 2018 juga terjadi di berbagai sektor. Diantaranya, sektor barang jasa yang hanya tumbuh 6,48 persen, melambat dibandingkan 2017 sebesar 8,91 persen. Tak hanya itu, selisih nilai ekspor dan impor (net ekspor) 2018 juga menunjukkan defisit 0,99 persen. Adapun pada 2016 net ekspor surplus 0,13 persen dan 2017 surplus 0,31 persen.

Hal serupa juga terjadi pada industri pengolahan, di mana sepanjang 2018 tercatat melambat menjadi 4,27 persen, dari tahun sebelumnya sebesar 4,29 persen. Sementara, pertumbuhan industri makanan dan minuman juga melambat menjadi 7,91 persen, dari sebelumnya di 2017 sebesar 9,23 persen.

Melihat fenomena ini, Victoria menyatakan Kemenkop UKM akan mendorong pelaku KUMKM untuk meningkatkan daya saing dan melakukan pengembangan KUMKM di Indonesia secara inklusif. Dengan begitu, dampak program yang dirasakan para pelaku KUMKM bisa optimal dan bekelanjutan.

Contohnya, kata dia, melakukan pendampingan pada pelaku KUMKM produk perikanan di Indonesia bagian timur agar pengolahannya sesuai dengan standar internasional dan memiliki nilai tambah. “Dengan begitu, produk-produk yang dihasilkan mampu menembus pasar ekspor dan bersaing,” ucap dia.

Ia menyebut, terdapat 6 sektor KUMKM yang akan diberi pendampingan melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya, yakni sektor pertanian dan perkebunan, perikanan dan peternakan, pariwisata, kriya, kuliner, dan fesyen.

Selain itu, upaya memperkuat koperasi dengan pendekatan industrialisasi juga terus dijalankan. Diantaranya, dengan mendorong kemitraan dengan berbagai stakeholders untuk memperkuat sistem bisnis koperasi. “Tahun ini sebanyak 90 koperasi yang jadi target,” katanya.