Soal Tarif Kargo, Kemenhub Panggil Badan Usaha dan Asosiasi

Akbar
Soal Tarif Kargo, Kemenhub Panggil Badan Usaha dan Asosiasi
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memanggil berbagai pemangku kepentingan termasuk badan usaha guna menanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif kargo udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti mengatakan telah melakukan pertemuan dilakukan dengan Badan Usaha Angkutan Udara, Angkasa Pura I dan II, Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia pada tanggal 23 Januari 2019 yang lalu.

“Dari pertemuan itu turut dilakukan observasi pelayanan kargo pada tanggal 31 Januari sampai 1 Februari 2019 di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang,” kata Polana dalam keterangannya, Kamis (7/2/2019).

Lebih lanjut Polana menuturkan, pihaknya sebagai regulator tidak mengatur tarif kargo. Hal ini didasari oleh UU Nomor 1, Pasal 128 ayat (1). tentang tarif penumpang pelayanan non-ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dan angkutan kargo berjadwal dalam negeri.

Selanjutnya, berdasarkan mekanisme pasar dan ayat (2) berbunyi tarif angkutan udara niaga berjadwal dan angkutan kargo berjadwal dalam negeri ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa angkutan.

“Sebagai regulator, kami tidak mengatur tarif kargo, tapi akan segera menanggapi keluhan masyarakat terkait kargo udara,” kata Polana.

Kndati begitu, sambung dia, Kemenhub akan kami kembali mengundang para Badan Usaha Angkutan Udara, AP I dan AP II, Asperindo dan ALFI untuk mencari solusi terkait masalah tarif kargo udara tersebut. Agenda ini rencananya dilakukan pada Jumat (8/2/2019).

“Saya juga mengimbau kepada Badan Usaha Angkutan Udara untuk bersepakat dengan pengguna jasa kargo udara terkait tarif,” tegas Polana.