HARIANTERBIT.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia masih tetap dalam kondisi relatif baik kendati banyak negara yang terpukul oleh kombinasi multi-krisis selama dua tahun belakang.
“Kita akan menghadapi tahun 2023 dengan penuh optimisme, meskipun tetap dengan penuh kehati-hatian,” kata Menkeu Sri Mulyani, dikutip Sabtu (28/1/2023).
Menkeu membeberkan saat ini di Indonesia beberapa sektor terbukti cukup resilien diantaranya adalah sektor telekomunikasi, kesehatan, hingga perdagangan. Hal ini ditunjukkan dengan penerimaan negara yang tumbuh hingga 30% pada tahun 2022 lalu.
Baca Juga: Polisi Cari 2 TKW Korban Penipuan Trio Tersangka Pembunuhan Berantai Wowon Cs
“Dari sisi belanja, kita jaga untuk tetap steady. APBN yang bekerja ekstra keras, pertumbuhan belanjanya terus tumbuh hingga 10-11%. Namun, saya pastikan sebagian sangat besar belanja ini adalah untuk menyokong kelompok masyarakat paling rentan 40% perekonomian lemah dan juga UMKM. Ini fokus kita,” terang Menkeu.
Memasuki Tahun 2023 ini, Menkeu mengungkap bahwa jumlah subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditingkatkan hingga Rp415 triliun. Selain itu, belanja untuk UMKM juga meningkat hingga Rp45,8 triliun.
Baca Juga: Manchester City Singkirkan Arsenal dari Piala FA, Gol Tunggal Nathan Ake jadi Penentu Kemenang
Menkeu menegaskan bahwa itu merupakan upaya untuk memperkuat UMKM tidak hanya secara kuantitas namun juga kualitas dan daya saingnya.
Artikel Terkait
Prospek Ekonomi RI Membaik Topang Penguatan Rupiah
Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Valas LPS Naik jadi 2 Persen
Asmindo Prioritaskan Optimalisasi Pasar Domestik dan Pasar Ekspor
Mendag Zulhas Sebut Kenaikan Harga Sembako Masih Wajar