Pertambangan Emas Skala Kecil Ditarget Bebas Merkuri di 2025

- Jumat, 9 Desember 2022 | 23:26 WIB

HARIANTERBIT.com – Pemerintah berupaya menghapus penggunaan merkuri pada enam situs Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia. Salah satunya dilakukan lewat proyek Global Opportunities for Long-Term Development of Artisanal Small-Scale Gold Mining sector – Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia’s Artisanal and Small-scale Gold Mining (GOLD-ISMIA).

GOLD-ISMIA merupakan salah satu bentuk dukungan untuk implementasi Konvensi Minamata tentang Merkuri di Indonesia dalam mencapai target Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM) yaitu sektor Pertambangan Emas Skala Kecil yang bebas merkuri pada 2025. 

“Proyek ini bertujuan untuk mengurangi menghapus penggunaan merkuri setidaknya 15 ton merkuri pada enam situs Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia dengan memberikan bantuan pendanaan dan pembangunan kapasitas,” kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Begini Kronologi Pembunuhan Brigadir J Versi Ferdy Sambo di PN Jaksel

Viven memaparkan, PESK menjadi penyebab terbesar dari pelepasan merkuri ke alam. Merkuri dapat mengalir sampai jarak jauh, berkontribusi terhadap polusi merkuri global dan mencemari ekosistem dan perikanan dunia.

“Paparan merkuri dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, dan merupakan ancaman khusus bagi perkembangan anak dalam rahim di awal kehidupan. Penghapusan merkuri secara bertahap dari sektor PESK merupakan hal yang paling penting," jelas Rosa Vivien Ratnawati.

Vivien dalam lokakarya dan pameran hasil Proyek GOLD-ISMIA selama  5 tahun yang telah terlaksana selama 4,5 tahun di 6 lokasi, pada Rabu, 7 Desember 2022, itu menjelaskan, proyek ini mempunyai tujuan untuk mengurangi dan menghilangkan penggunaan merkuri di PESK dengan cara penguatan regulasi, memberikan akses pembiayaan untuk pembelian peralatan pengolahan emas tanpa merkuri, memberikan bantuan teknis, transfer teknologi, peningkatan kesadartahuan bahaya merkuri dan memberikan akses seimbang untuk penambang perempuan dan laki-laki.

"Sementara itu, sektor PESK merupakan sumber pekerjaan dan mata pencaharian yang sangat penting, terhitung sekitar 17-20% dari produksi emas tahunan dunia dengan 15 juta orang berpartisipasi langsung dalam kegiatan PESK dan 100 juta lainnya bergantung pada PESK untuk mata pencaharian mereka," terangnya.

Baca Juga: Ini Identitas Polisi Meninggal Akibat Bom Polsek Astana Anyar

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Kemenkominfo Gandeng 18 Mitra Gelar IMCD 2023

Selasa, 31 Januari 2023 | 20:20 WIB

Petani Ngaku Terbantu Program Food Estate

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:48 WIB

Holding Ultra Mikro Diharapkan Dapat Perkuat UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 21:08 WIB

Bandara Soekarno Hatta Hadirkan Mall UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 13:38 WIB

Rupiah Menguat Senin Pagi, IHSG Juga Dibuka Menguat

Senin, 30 Januari 2023 | 09:33 WIB

Industri Didorong Terapkan Konsep Sustainability

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:25 WIB

BI Catat Aliran Modal Asing Masuki RI Rp4,42 Triliun

Minggu, 29 Januari 2023 | 15:23 WIB
X