Pimpinan Baru SKK Migas Didesak Genjot Program 1 Juta Barel Minyak

- Jumat, 9 Desember 2022 | 16:58 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto

HARIANTERBIT.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto mendesak pimpinan baru SKK Migas (Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) yang baru dilantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin (5/12/2020) lalu, agar menggenjot program 1 juta BPH (barel per hari) minyak di tahun 2030. Mulyanto berharap target tersebut dapat tercapai, syukur-syukur bisa lebih cepat dari jadwal. Karena angka target sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi cadangan migas yang ada.

“Jangan seperti sekarang ini, pemerintah hanya gembar-gembor jargon 1 juta barel minyak, namun faktanya setiap tahun target lifting tersebut terus merosot menjadi sekitar 600 ribu BPH. Sementara realisasi target tersebut juga tidak seratus prosen tercapai. Artinya target lifting kita bukan mendekati 1 juta BPH, tetapi malah menjauhi. Ini kan kontradiktif, aneh bin ajaib,” ujar Mulyanto dalam keterangan persnya, Kamis, 8 Desember 2022.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan Pimpinan SKK Migas yang baru ini juga agar proaktif mengkaji dengan matang terkait dengan revisi UU Migas. Jangan seperti sekarang dimana pemerintah terkesan plin-plan dalam melaksanakan perintah MK untuk merevisi UU Migas ini, khususnya terkait dengan kelembagaan Badan Pelaksana Hulu Migas.

Baca Juga: Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan Dipicu Pelonggaran COVID di China

SKK Migas ini kan lembaga sementara. Namun sudah hampir 10 tahun tetap dipertahankan. Ini kan soal kepastian hukum di bidang migas. Jadi jangan heran kalau soal ini diduga menjadi salah satu penyebab hengkangnya investor raksasa migas seperti ConocoPhilip, Chevron, Shell, dan lainnya dari Indonesia,” tegas Legislator Dapil Banten III ini.

“Di tengah industri migas yang semakin senja kala didesak oleh energi baru dan terbarukan (EBT), serta impor kita yang masih tetap tinggi di saat harga melambung, semestinya pemerintah segera merumuskan grand design strategi pengembangan migas ke depan, termasuk soal kelembagaannya. Bila tidak kita akan terus menjadi aktor pinggiran yang pontang-panting terimbas turbulensi dinamika lingkungan strategis,” tandas Mulyanto.

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo resmi menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas periode 2022-2026.

Baca Juga: MUI Kecam Perusakan dan Pembakaran Alquran di Swedia

Melalui penunjukan itu, sekaligus memperpanjang masa jabatan Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas Periode 2022-2026. Sebelumnya Dwi Soetjipto menjabat sebagai Kepala SKK Migas sejak Periode 2018-2022 ini. Dwi Soetjipto menggantikan peran Amien Sunaryadi yang pensiun menjadi Kepala SKK Migas pada 20 November 2018 silam.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkominfo Gandeng 18 Mitra Gelar IMCD 2023

Selasa, 31 Januari 2023 | 20:20 WIB

Petani Ngaku Terbantu Program Food Estate

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:48 WIB

Holding Ultra Mikro Diharapkan Dapat Perkuat UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 21:08 WIB

Bandara Soekarno Hatta Hadirkan Mall UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 13:38 WIB

Rupiah Menguat Senin Pagi, IHSG Juga Dibuka Menguat

Senin, 30 Januari 2023 | 09:33 WIB

Industri Didorong Terapkan Konsep Sustainability

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:25 WIB

BI Catat Aliran Modal Asing Masuki RI Rp4,42 Triliun

Minggu, 29 Januari 2023 | 15:23 WIB
X