Jokowi Instruksikan Banding Putusan WTO Soal Larangan Ekspor Nikel

- Rabu, 30 November 2022 | 15:58 WIB
Presiden Jokowi menyampaikan duka cita atas kerusuhan Kanjuruhan yang menyebabkan 129 orang meninggal dunia. (instagram @jokowi)
Presiden Jokowi menyampaikan duka cita atas kerusuhan Kanjuruhan yang menyebabkan 129 orang meninggal dunia. (instagram @jokowi)

HARIANTERBIT.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penghentian ekspor bahan mentah tidak hanya berhenti pada komoditas nikel saja, tetapi juga pada bahan-bahan tambang lainnya yang ada di tanah air.

“Ini sudah bolak-balik saya sampaikan, ini urusan nilai tambah yang ingin kita peroleh, yang ingin kita kejar dari hilirisasi, dari downstreaming itu. Enggak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk bahan mentah, mengekspor dalam bentuk raw material, sudah,” kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

“Begitu kita dapatkan investasinya, ada yang bangun, bekerja sama dengan luar dengan dalam atau pusat dengan daerah, Jakarta dengan daerah, nilai tambah itu akan kita peroleh,” tambahnya.

Baca Juga: Sadis! Sebelum Tewas Brigadir J Sempat Ajukan Pertanyaan, Tapi Dibalas Sebuah Tembakan

Presiden mencontohkan, beberapa tahun silam Indonesia masih mengekspor nikel dalam bentuk bahan mentah yang nilainya hanya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat.

Setelah adanya  smelter di tanah air dan pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel, pada tahun 2021 ekspor nikel melompat 18 kali lipat menjadi 20,8 miliar dolar AS atau Rp300 triliun lebih.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah tersebut menuai gugatan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kekalahan yang diterima di WTO, ujar Presiden, tidak menyurutkan langkah Indonesia untuk melanjutkan kebijakan hilirisasi bahan-bahan tambang lainnya seperti bauksit.

“Enggak apa-apa, kalah. Saya sampaikan ke menteri, banding. Nanti babak yang kedua, hilirisasi lagi, bauksit. Artinya, bahan mentah bauksit harus diolah di dalam negeri agar kita mendapatkan nilai tambah,” katanya.

Baca Juga: Dimas Drajad Cedera, Ilija Spasojevic Bergabung dengan Timnas Indonesia

“Setelah itu, bahan-bahan yang lainnya, termasuk hal yang kecil-kecil, urusan kopi, usahakan jangan sampai diekspor dalam bentuk bahan mentah (raw material). Sudah beratus tahun kita mengekspor itu. Setop, cari investor. Investasi agar masuk ke sana, sehingga nilai tambahnya ada,” ucap Jokowi.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Prospek Ekonomi RI Membaik Topang Penguatan Rupiah

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:21 WIB

Bank DKI Salurkan KUR Rp1,15 Triliun Sepanjang 2022

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:54 WIB
X