Dampak Resesi Global ke Indonesia, Pengamat: Kita Masih Punya Harapan

Arbi Terbit
- Sabtu, 26 November 2022 | 14:05 WIB
Ekonomi pertumbuhan (Ilustrasi)
Ekonomi pertumbuhan (Ilustrasi)

HARIANTERBIT.com - Mantan Kepala Dewan Pertimbangan Presiden yang juga ekonom senior Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Sri Adiningsih mengatakan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman resesi global tahun 2023.

"Indonesia masih memiliki daya tahan yang terjaga. Meskipun agak gelap sedikit, tapi kita masih punya harapan,” ujar Sri Adiningsih dalam webinar, Jumat (25/11/2022).

Menurut Sri, Indonesia masih mempunyai pangsa pasar ekonomi yang besar yang bisa dikapitalisasi sehingga dapat menjadi modal besar dan bisa dimanfaatkan agar tak terpuruk dalam resesi global 2023.

Baca Juga: Isyarat Dukungan Jokowi ke Ganjar Pranowo Maju Capres 2024 Makin Kencang

Mantan Menristek/mantan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan dampak pelemahan ekonomi global di negara-negara maju kini sudah terasa.

Namun, melansir Antara, hal tersebut tidak akan berdampak besar untuk negara menengah, seperti Indonesia. Meski begitu, resesi bakal membuat komoditas ekspor Indonesia sedikit terganggu.

Baca Juga: Kepala BNPT Sebut Kelompok Ekstremis Incar Anak Muda di Internet

"Indonesia harus pintar menahan pelemahan global yang akan terjadi. Untuk Indonesia menyambut 2023, kalau ternyata pertumbuhan ekonomi melambat maka yang harus dijaga adalah inflasi supaya tetap terkendali," ucap Bambang.

Dengan kemampuan pemerintah Indonesia mengendalikan nilai inflasi pangan, lanjutnya, maka akan menjaga imbas buruk bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah dan menambah angka kemiskinan.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Prospek Ekonomi RI Membaik Topang Penguatan Rupiah

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:21 WIB

Bank DKI Salurkan KUR Rp1,15 Triliun Sepanjang 2022

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:54 WIB
X