• Senin, 5 Desember 2022

Evaluasi Kinerja Bulog Lamban Serap Beras Petani

- Kamis, 24 November 2022 | 16:04 WIB
Ilustrasi stok beras Bulog
Ilustrasi stok beras Bulog

HARIANTERBIT.com – Kinerja Perum Bulog dalam menyerap beras petani mendapat sorotan dari anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. Hal ini lantaran capaian serapan dari tahun ke tahun terus menurun.

Johan mengingatkan, berdasarkan keputusan rapat di Komisi IV DPR RI menugaskan Bulog untuk menyerap beras petani lokal dengan harga komersial sebanyak Rp600 ribu ton.

“Persoalan rendahnya penyerapan produksi petani oleh Bulog ini harus dievaluasi. Jangan sampai ini malah dijadikan alasan untuk melakukan impor beras,” ungkap Johan, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Hingga 22 November 2022 Modal Asing Kabur dari RI Rp89,5 Triliun

Johan mengaku tidak setuju keputusan Bulog dan pemerintah untuk melakukan impor beras saat ini. Apalagi terjadi perbedaan data stok beras antara yang dimiliki Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan, bahwa tren realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga kini selalu menurun setiap tahun.

Ia merinci, serapan beras tahun 2018  mencapai 1,4 juta ton. Tahun 2019 mencapai 1,2 ton dan terus menurun pada saat semester I tahun 2022, hanya sekitar 550 ton.

Baca Juga: Akbar Buchari, Politikus Golkar Terpilih Ketum BPP Hipmi Periode 2022-2025

“Kita mesti ingat bahwa klaim Kementan produksi beras tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,72 ton (2,29 persen) dibanding tahun 2021, tapi anehnya malah Bulog mewacanakan impor beras,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Sri Mulyani Dorong Perbankan Mudahkan Penyaluran KUR

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:04 WIB

Resesi dan Badai PHK Mulai Ancam Perusahaan Teknologi

Kamis, 1 Desember 2022 | 01:04 WIB
X