• Minggu, 27 November 2022

Bank DKI dan Bank Maluku Malut Jalin Kolaborasi Bank Pembangunan Daerah

- Rabu, 28 September 2022 | 12:11 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PT Bank DKI kerja sama dengan PT Bank Maluku Malut melalui skema Kelompok Usaha Bank.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PT Bank DKI kerja sama dengan PT Bank Maluku Malut melalui skema Kelompok Usaha Bank.

HARIANTERBIT.com - Dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait Konsolidasi Bank Umum, PT Bank DKI melakukan kerja sama sinergi dan kolaborasi dengan PT Bank Maluku Malut melalui skema Kelompok Usaha Bank.

Adapun simbolis kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Balaikota DKI Jakarta yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dan Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar serta disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Gubernur Maluku, Murad Ismail, PJ. Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabesy, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan, Bambang Widjanarko, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 1 DKI Jakarta & Banten, Roberto Akyuwen, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 6 Sulawesi Maluku Papua, Darisman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Maluku, Roni Nazra, beserta seluruh pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran Direksi Bank DKI dan BUMD DKI Jakarta.

Baca Juga: Benhur Yaboisembut: Kelompok yang Lindungi Lukas Enembe Berarti telah Nikmati Uang Hasil Korupsi Rakyat Papua

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dalam sambutannya menyampaikan, kolaborasi BPD ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat struktur, ketahanan dan daya saing perbankan daerah. Harapannya, mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta sebagai upaya untuk mendorong BPD mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.

"Sehingga bank tidak hanya tangguh di lingkup domestik, namun juga kompetitif di lingkup regional," katanya dalam acara tersebut, Selasa, 27 September 2022.

Fidri menyampaikan, melalui kolaborasi Bank Pembangunan Daerah yang dilakukan, Insya Allah akan banyak sekali manfaat yang dapat dikembangkan. Diantaranya, penguatan infrastruktur teknologi akan semakin efisien dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Tokoh Adat Papua Barnabas Nukuboy: Tidak Ada yang Kebal Hukum Termasuk Lukas Enembe

"Sehingga memberikan competitive advantage antara lain, kerjasama Co Branding berupa digital banking e-channel (JakCard, Jakone Mobile, Jakone Pay/digital lending, dan CMS) serta Peningkatan daya saing BPD melalui akselerasi pertumbuhan bisnis baik dari sisi funding maupun lending," ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini menurutnya, juga akan meningkatkan potensi business matching yang dapat dilakukan melalui ekosistem masing-masing BUMD seperti ekspansi ekosistem bisnis dan pemenuhan supply yang terdapat di daerah diantaranya seperti sektor pariwisata/tourism, pangan, maupun pemberdayaan UMKM masing-masing daerah dan Kolaborasi BUMD antar wilayah, ditandai dengan berbagai peluang bagi Pemerintah wilayah Bank dalam berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan memberikan ruang bagi BUMD agar mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Sebagaimana diketahui, di tengah kondisi perekonomian yang masih belum pulih sepenuhnya, di tahun 2021 dan semester I tahun 2022 Bank DKI mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dan berada diatas pertumbuhan rata-rata perbankan nasional. Tercatat, Berdasarkan laporan keuangan periode Agustus 2022, Bank DKI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 33,5% Yoy menjadi Rp669 miliar dari sebelumnya sebesar Rp501 miliar pada periode Agustus 2021.

Baca Juga: Benhur Yaboisembut: Kelompok yang Lindungi Lukas Enembe Berarti telah Nikmati Uang Hasil Korupsi Rakyat Papua

Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 23,6% pada periode Agustus 2022 menjadi Rp44,5 triliun dibanding periode Agustus 2021 sebesar Rp36,0 triliun. Selain kredit, Bank DKI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 37,0% (yoy) dari semula sebesar Rp44,95 triliun pada kuartal II 2021 menjadi sebesar Rp60,73 triliun pada kuartal II 2022. Aset Bank DKI juga tercatat meningkat sebesar 31,0% pada periode Agustus 2022 menjadi Rp74,4 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp56,8 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar menyampaikan bahwa, kolaborasi ini merupakan suatu langkah maju dan taktis dalam upaya pemenuhan regulasi sesuai Arsitektur Perbankan Indonesia (API), dimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor : 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang mewajibkan seluruh bank di indonesia memiliki modal inti minimum sebesar Rp3.000.000.000.000,- (tiga triliun Rupiah), khusus untuk BPD diberikan kelonggaran waktu untuk memenuhi ketentuan tersebut sampai dengan akhir tahun 2024.

Baca Juga: Tokoh Adat Papua Barnabas Nukuboy: Tidak Ada yang Kebal Hukum Termasuk Lukas Enembe

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Survei BI Taksir Inflasi November Capai 0,8 Persen

Sabtu, 26 November 2022 | 16:00 WIB

Tips dan Cara Transfer Uang Antar Negara yang Aman

Jumat, 25 November 2022 | 17:02 WIB

Evaluasi Kinerja Bulog Lamban Serap Beras Petani

Kamis, 24 November 2022 | 16:04 WIB

Kemenparekraf Fasilitasi Ratusan UMKM Daftarkan HKI

Kamis, 24 November 2022 | 14:16 WIB

Garuda Kembali Buka Rute Jakarta-Melbourne

Kamis, 24 November 2022 | 08:20 WIB

Pentingnya Pelatihan Vokasi bagi SDM Unggul

Kamis, 24 November 2022 | 08:04 WIB
X