• Jumat, 9 Desember 2022

Lampu Kuning! Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Turun karena Harga BBM Naik

- Kamis, 22 September 2022 | 18:03 WIB
Demo masyarakat memprotes harga BBM naik.  (ikbal muqorobin)
Demo masyarakat memprotes harga BBM naik. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuat harga BBM naik berakibat pada menurunnya tingkat kepuasan masyarakat. 

Hasil survei Charta Politika Indonesia yang dilakukan pada 6 September sampai 13 September dengan 1.220 responden menunjukkan penurunan kepercayaan tersebut akibat harga BBM naik
 
Meski harga BBM naik, tercarat 63,5 persen mengaku masih puas dengan kinerja pemerintah. Sedangkan 34,4 persen responden menjawab sebaliknya. 
 
 
Dilihat secara tren angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan survei yang dilakukan pada Juni 2022. Saat itu tingkat kepuasan kepada pemerintah sebesar 68,4 persen. 
 
"Artinya turun sekitar 4,9 persen dibanding sebelumnya. Menurut saya ini lampu kuning buat pemerintah," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya saat rilis survwi yang dilakukan via daring, Kamis, 22 September 2022. 
 
Yunarto mengatakan survei tersebut menunjukkan pemerintahan Jokowi memiliki pekerjaan rumah untuk mensosialisasikan alasan dan argumen pemerintah di balik kebijakan kenaikan harga BBM. 
 
 
Kebijakan menaikkan harga BBM juga berdampak kepada optimisme maayarakat terhadap ekonomi dalam satu tahun ke depan. Survei menunjukkan optimisme masyarakat menurun dari survei bulan Juni sebesar 71,1 persen manjadi 63,1 persen di September 2022. 
 
Yunarto menganggap hal itu lumrah terjadi. Pasalnya kebijakan kenaikan BBM akan berpengaruh terhadap daya ekonomi masyarakat. 
 
"Ini normal dalam situasi kenaikan BBM yang biasanya akan dipersepsikan dan faktanya berpengaruh pada situasi inflasi ekonomi dalam konteks sembako, daya tahan memenuhi kebutuhan sehari-hari," papar Yunarto. 
 
 
Sebelumnya pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi. Kenaikan harga berlaku mulai Sabtu, 3 September 2022.
 
Terdapat tiga jenis BBM yang mengalami perubahan harga per hari ini. BBM jenis pertalite naik dari harga Rp7.600 menjadi Rp10.000/liter.
 
BBM jenis solar subsidi juga berubah dari harga Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan yakni jenis pertamax dari harga Rp12.500 menjadi Rp.14.500 per liter.
 
Gelombang protes terhadap kebijakan itu dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir. Mahasiswa, buruh dan organisasi masyarakat di bernagai daerah melakukan aksi demonstrasi menuntut pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM. ***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X