• Jumat, 9 Desember 2022

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

- Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB

HARIANTERBIT.com Hingga saat ini persoalan restrukturisasi kredit yang terjadi antara PT Titan Infra Energy (PT TIE) dengan Bank Mandiri belum kunjung selesai.

Pengamat pasar modal Reza Priyambada berpendapat, Otoritas jasa keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) seharusnya bisa berperan menyelesaikan kasus yang menimpa PT Titan Infra Energy sebagai kreditur dari PT Bank Mandiri Tbk. Salah satunya dengan memberikan penelaahan dan advisory terhadap kasus tersebut.

"Kalau untuk wewenang OJK dan BI, kita harus cek detail dulu. Tapi, kalau dari pandangan saya mereka dapat ikut andil dalam hal advisory atau penelahaan terhadap kasus penyelesaian sengketa kreditur," katanya.

Baca Juga: Stafsus Menkeu: Penyesuaian Harga BBM Momentum Gotong Royong

Dia mengatakan, hal yang umum dalam dunia perbankan adalah memberikan restrukturisasi jika terdapat kredit yang sedang bermasalah sehingga kondisi perusahaan normal dan dapat membayar kembali kepada bank. Apalagi, pemerintah melalui OJK telah menerbitkan POJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai dampak pandemi covid-19.

Sementara Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, melalui pesan singkatnya, Senin 19 September mengatakan, persoalan restrukturisasi kredit diserahkan kepada kebijakan masing masing bank.

"Terkait dengan implementasi/penerapan rekstrukturisasi diserahkan kepada penilaian/assessmen kebijakan masing-masing bank terhadap debiturnya," kata Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot, dalam pesan singkatnya, Senin 19 September 2022.

Lebih lanjut OJK menganggap bahwa pihak bank lah yang lebih memahami karakter nasabahnya. "Karena bank yang lebih memahami profil dan risiko masing-masing nasabahnya," terangnya.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

X