• Rabu, 7 Desember 2022

BPJamsostek DKI Catat 61 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja Didominasi Usia Muda

- Kamis, 1 September 2022 | 17:19 WIB
SIMBOLIS Penyerahan bantuan APD dan Bahan Pangan Bergizi kepada perusahaan mitra BPJS Ketenagakerjaan, di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
SIMBOLIS Penyerahan bantuan APD dan Bahan Pangan Bergizi kepada perusahaan mitra BPJS Ketenagakerjaan, di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
HARIANTERBIT.com - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Wilayah DKI Jakarta mencatat sepanjang Januari-Maret 2022 terjadi 61.805 kasus kecelakaan kerja. Dari jumlah tersebut, mayoritas kasus didominasi usia 20-25 tahun. 
 
Deputi Direktur BPJamsostek Kantor Wilayah DKI Jakarta, Eko Nugriyanto mengatakan, kasus kecelakaan kerja yang didominasi usia muda ini memberikan sinyal bahwa usia-usia muda masih minim kesadaran dalam menerapkan keselamatan kerja. 
 
"Untuk itu, perlu upaya pendekatan dan sosialisasi seperti penyelenggaraan K3 yang lebih intens dan inovatif khususnya pada kaum muda agar bisa semakin peduli dan melaksanakan K3 di tempat kerja," Ungkap Eko dalam sambutannya pada penyerahan bantuan APD dan Paket Bahan Pangan Bergizi kepada perusahaan, di Jakarta, 1 September 2022.
 
Terkait hal ini pula, kata Eko, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan program promotif dan preventif guna mendukung pemerintah dalam meminimalisir kasus kecelakaan kerja di sektor industri. 
 
Salah satunya seperti kegiatan yang saat ini dilaksanakan, yaitu penyerahan 2.048 Alat Pelindung Diri (APD) kepada 9 perusahaan jasa konstruksi dan bantuan 1.118 paket Bahan Pangan Bergizi kepada 14 perusahaan terpilih. 
 
 
Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan langsung Deputi Direktur BPJamsostek Kantor Wilayah DKI Jaksrta, Eko Nugriyanto bersama Kabid Pengawas Disnakertrans dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Dwi Marhaeni, kepada masing-masing perwakilan perusahaan, bertempat di RS Mayapada Jakarta.
 
Turut hadir, yang mewakili Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, dr. Tripambudi selalu Asisten Deputi Bidang Kendali Mutu dan Operasional Program dan seluruh Kepala Cabang BPjamsostek se-Wilayah DKI Jakarta. 
 
"Kami berharap dengan bantuan kegiatan Promotif Preventif ini, akan terwujud sinergitas dan harmonisasi antara pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja serta stakeholder dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dengan meminimalisir angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di tempat kerja," Ucap Eko. 
 
Eko melanjutkan, momen ini juga sekaligus untuk mengingatkan akan pentingnya perlindungan hak-hak dasar para pekerja yang tidak boleh dilupakan oleh pemerintah dan pemberi kerja.
 
"Di tengah kondisi wabah pandemi sekarang ini tentunya bisa kita lalui bersama dengan cara bahu membahu dan bergandengan tangan menghadapi tantangan ini hingga akhirnya nanti perekonomian pulih dan para pekerja Indonesia bisa keluar dari masa sulit," pungkas Eko. 
 
 
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Dwi M menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta atas komitmen dan partisipasinya dalam meminimalisir kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. 
 
Dwi juga nendorong setiap pemberi kerja, perusahaan dan pekerja untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan sehingga memperoleh perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan.
 
 "Kami juga ingatkan perusahaan harus tertib administasi dalam hal iuran pekerja sehingga apabila terjadi risiko pekerjaan, pekerja dapat memperoleh hak-haknya," Tegas Dwi. 
 
Lebih lanjut Eko menjelaskan, sebanyak 9 perusahaan jasa kontruksi penerima APD dan 14 perusahaan terpilih penerima bantuan Bahan Pangan Bergizi telah diseleksi berdasarkan tiga kriteria. Yaitu, tertib dalam membayar iuran, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan paling sedikit 3 tahun dan telah mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program jaminan sosial Ketenagakerjaan. 

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Mulyani Dorong Perbankan Mudahkan Penyaluran KUR

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:04 WIB
X