• Selasa, 29 November 2022

Menko Airlangga: Tingkatkan Strategi Integritas dan Kepatuhan Bisnis, Cegah Risiko Korupsi di Tengah Krisis

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara B20-G20 Dialogue: Integrity and Compliance Task Force, Kamis, 18 Agustus 2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara B20-G20 Dialogue: Integrity and Compliance Task Force, Kamis, 18 Agustus 2022.

HARIANTERBIT.com - Di tengah himpitan gejolak The Perfect Storm yang berpotensi memicu stagflasi dan krisis di berbagai lini, perekonomian nasional tetap mampu bergerak maju serta menunjukkan stabilitas dan resiliensi dalam merespons berbagai tantangan global tersebut.

Penguatan ekonomi ditunjukkan melalui tingkat pertumbuhan ekonomi Q2-2022 sebesar 5,44 persen dan didukung oleh inflasi yang relatif terkendali per Juli 2022 mencapai 4,94 persen.

Terkait dengan sektor aliran modal, IHSG terus mengalami tren positif secara year-to-date hingga 12 Agustus 2022 yang bertumbuh sebesar 8,32 persen atau berada pada level 7.129.

Baca Juga: BEM SI: Kapolri Harus Tuntaskan Kasus Pembunuhan Brigadir J Secara Seksama dan dalam Tempo yang Singkat

Sepanjang bulan Agustus, Indonesia masih mengalami capital inflow positif sebesar 866.1 juta dolar AS sehingga menunjukkan bahwa prospek pemulihan ekonomi nasional turut memberikan optimisme tersendiri bagi investor asing.

“Berbagai leading indicator telah menunjukkan bahwa pemulihan akan berlanjut dengan outlook positif, namun kita tidak boleh lengah dan mengabaikan fakta bahwa risiko korupsi dan pelanggaran dalam tata kelola perusahaan seringkali meningkat pada saat krisis,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara B20-G20 Dialogue: Integrity and Compliance Task Force, Kamis, 18 Agustus 2022.

Baca Juga: Pesan Kemerdekaan AHY, Hasil Perjalanan ke 34 Provinsi: Kita Songsong Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

Adapun risiko berupa suap, pencucian uang, pendanaan terorisme, hingga cyber crime dipicu oleh beberapa faktor seperti iklim keuangan yang bergejolak, beralihnya fokus perusahaan terhadap mitigasi risiko dan penanganan krisis, hingga meningkatnya ancaman keamanan siber seiring dengan pesatnya transformasi digital di masa pandemi.

Untuk itu, perusahaan dituntut mampu mengambil langkah-langkah mitigasi korupsi yang memadai melalui penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik serta transparansi dalam pelaporannya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK: Pertumbuhan IHSG Masih Tertinggi di ASEAN

Senin, 28 November 2022 | 16:32 WIB

Naik 8 Persen, UMP Jateng Tahun Depan jadi Rp1,9 Juta

Senin, 28 November 2022 | 16:25 WIB

Menkeu Waspadai Penurunan Indeks Manufaktur Indonesia

Minggu, 27 November 2022 | 11:55 WIB

Indahnya Raja Ampat Baru di Halmahera Selatan

Minggu, 27 November 2022 | 10:00 WIB

Survei BI Taksir Inflasi November Capai 0,8 Persen

Sabtu, 26 November 2022 | 16:00 WIB

Tips dan Cara Transfer Uang Antar Negara yang Aman

Jumat, 25 November 2022 | 17:02 WIB

Evaluasi Kinerja Bulog Lamban Serap Beras Petani

Kamis, 24 November 2022 | 16:04 WIB
X