• Selasa, 4 Oktober 2022

Membaca Angka Pertumbuhan, Wakil Ketua MPR: Tumbuh Namun Eksklusif

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:20 WIB
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan

HARIANTERBIT.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengapresiasi sekaligus menyoroti kinerja ekonomi pada kuartal II tahun 2022 yang tumbuh 5,44 persen secara tahunan (year on year), atau tumbuh 3,7 persen secara kuartalan.

Tren pertumbuhan ini, meski layak disebut membanggakan, kinerjanya masih belum optimal mengingat beberapa negara di kawasan Asean tumbuh lebih melesat. Malaysia mampu mencatat pertumbuhan 9,8 persen, Vietnam (7,72 persen), dan Filipina (7,4 persen).

Baca Juga: Presiden Jokowi : Indonesia Termasuk Negara yang Mampu Hadapi Krisis Global

Jika dilihat dari sisi produksi, tren pertumbuhan sektor utama penopang PDB, yakni industri, pertambangan, pertanian, dan perdagangan yang berkontribusi 56,59 persen PDB tidak mengalami pergerakan yang impresif. Sektor industri hanya tumbuh 4,01 persen, pertambangan (4,01 persen), pertanian (1,37 persen), dan perdagangan (4,42 persen).

Sektor industri yang merupakan penopang terbesar ekonomi, trennya terus mengalami penurunan. Pada kuartal I 2013, kontribusi sektor industri mampu menopang 21,57 persen PDB, terus menurun hingga 17,84 persen pada kuartal II 2022.

Baca Juga: Salah Satu Visi-Misi KIB Membawa Rakyat Indonesia 'Kaya Sebelum Menua', Airlangga Beberkan Strateginya

“Menurutnya kontribusi sektor industri menjadi tantangan penting bagi Indonesia yang memiliki angkatan kerja yang sangat banyak. Gejala deindustrialisasi ini dalam jangka panjang akan berdampak pada melemahnya daya beli, sehingga memicu pengangguran dan kemiskinan. Ini juga menjelaskan struktur ekonomi kita tidak padat karya, sebab sektor industri memang yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Jika ternyata pertumbuhan tidak sejalan dengan keterserapan tenaga kerja, kualitas pertumbuhan ekonomi jadi patut dipertanyakan,” kata Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini.

BPS merilis pada Februari 2022 sebanyak 81,33 juta jiwa atau 59,97 persen dari total tenaga kerja adalah pekerja informal, meningkat dibandingkan Februari 2020 sebesar 56,64 persen. Ini berarti, jumlah pekerja formal terkontraksi 6 persen, sementara pekerja informal naik 15,6 persen.

Baca Juga: Menko Airlangga: Upaya Pemerintah Mendorong Pemulihan Ekonomi Butuh Dukungan dan Kerja Sama Rakyat

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflasi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB

Menunggu Koin yang Tepat, CAD Stop Minning Sementara

Selasa, 27 September 2022 | 21:16 WIB
X