• Senin, 26 September 2022

Pernyataan Menteri Luhut Soal Utang RI Terkecil di Dunia Dipertanyakan

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:40 WIB
Rupiah-ilus
Rupiah-ilus

HARIANTERBIT.com - Peneliti senior Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mempertanyakan pertanyaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim bahwa utang pemerintah Indonesia yang terkecil di dunia dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Karena Sri Langka yang berhutang sebesar US$ 51 miliar atau sekitar Rp 700 triliun atau 10 kali lipat dari utang Indonesia bisa membuat negaranya porak poranda.

"Faktanya utang Indonesia tertinggi di ASEAN melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR)," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Senin (8/8/2022).

Gus Amin, panggilan akrab Aminudin memaparkan, utang Indonesia tertinggi melampaui batas IMF bisa dilihat dari rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77% melampaui rekomendasi IMF sebesar 25 - 35%;. Rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06% melampaui rekomendasi IDR sebesar 4,6 - 6,8% dan rekomendasi IMF sebesar 7 - 10%

Baca Juga: Hidup Makin Susah, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen untuk Siapa?

"Juga rasio utang terhadap penerimaan sebesar 369% melampaui rekomendasi IDR sebesar 92 - 167% dan rekomendasi IMF sebesar 90 - 150%.," jelasnya.

Rp7 Ribu Triliun

Sementara, sambung Gus Amin, indikator kesinambungan fiskal 2020 sebesar 4,27% melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 - Debt Indicators yaitu di bawah 0%. Bahkan dibanding dengan Sri Langka yang negaranya porak poranda karena terjepit hutang US$ 51 miliar atau sekitar 700 trilyun hutang pemerintah Jokowi lebih banyak 10 x lipat atau sekitar seribu persen lebih banyak lagi.

"Utang Indonesia hingga akhir Mei 2022 membengkak. Posisi utang hingga 31 Mei 2022 mencapai Rp 7.002,24 triliun. Besarannya setara 38,88 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia," tegasnya

Lebih lanjut Gus Amin menuturkan, dikutip dari laporan APBN Edisi Juni 2022, Rabu (29/6/2022), porsi utang Indonesia didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan besaran mencapai 88,20 persen dari total utang. Lalu sisanya, yakni sebesar 11,80 persen berasal dari pinjaman. Secara lebih rinci, utang Indonesia dari SBN denominasi rupiah dan valuta asing (valas) mencapai Rp 6.175,83 triliun.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,44 Persen, Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak ‘Commodity Boom’

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Cek Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Akses Kanal Resmi

Selasa, 20 September 2022 | 20:22 WIB

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB

Kinerja BTN Syariah Menggila

Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:29 WIB

BTN Hadir di RSPAD

Sabtu, 17 September 2022 | 16:47 WIB

Laba Bersih BTN Melonjak 59,87 Persen

Kamis, 15 September 2022 | 16:16 WIB
X