• Senin, 26 September 2022

Pertumbuhan Ekonomi naik 5,44 Persen, HERGUN : Seharusnya Bisa Lebih Tinggi Lagi

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:16 WIB
Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan
Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan

HARIANTERBIT.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 secara tahunan tumbuh 5,44% (yoy). Sementara, secara kuartalan tumbuh 3,72% (q-to-q).

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan menyatakan, seharusnya ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi dari 5,44% (yoy). Banyak momentum yang mendukung terwujudnya pertumbuhan yang lebih tinggi.

Politisi yang biasa disapa Hergun ini membeberkan, momentum tersebut antara lain pelaksanaan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H serta dilanjutkan dengan diperbolehkannya mudik. Lalu, pemberian BLT minyak goreng, surplus perdagangan internasional, dan perubahan postur APBN 2022 untuk menambah subsidi energi.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,44 Persen, Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak ‘Commodity Boom’

"Pada periode sama tahun lalu, ekonomi mampu tumbuh 7,07% (yoy). Padahal pada periode tersebut mobilitas masyarakat masih terbatas. Kuartal II 2021 dan 2022 sama-sama bertepatan dengan pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, tahun lalu mudik masih dilarang. Sementara tahun ini mudik sudah diperbolehkan," kata Hergun kepada awak media, Minggu, 7 Agustus 2022.

Ia menegaskan, mestinya dengan adanya mudik dan mobilitas masyarakat yang semakin longgar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik 2022 mencapai 85 juta orang dan 14 juta di antaranya berasal dari pemudik Jabodetabek. Menurut Kemenhub, terdapat sekitar 2,1 juta kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada mudik Lebaran 2022.

"Besarnya jumlah pemudik telah mendorong permintaan di berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi, pakaian jadi, makanan dan minuman, perhotelan, hingga jasa telekomunikasi," lanjutnya.

Hal tersebut diperkuat oleh data Bank Indonesia bahwa peredaran uang kartal pada April 2022 tercatat sebesar Rp896,3 triliun, atau tumbuh 22,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 14,4% (yoy).

"Peningkatan peredaran uang kartal sebesar 22,3% (yoy) menunjukkan bahwa pelaksanaan mudik mendorong penguatan konsumsi masyarakat," tegasnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Cek Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Akses Kanal Resmi

Selasa, 20 September 2022 | 20:22 WIB

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB

Kinerja BTN Syariah Menggila

Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:29 WIB

BTN Hadir di RSPAD

Sabtu, 17 September 2022 | 16:47 WIB

Laba Bersih BTN Melonjak 59,87 Persen

Kamis, 15 September 2022 | 16:16 WIB
X