• Rabu, 28 September 2022

Pemerintah Diminta Transparan soal Utang Negara

- Selasa, 26 Juli 2022 | 16:44 WIB
Muslim Arbi, aktivis demokrasi.  (ramadhani )
Muslim Arbi, aktivis demokrasi. (ramadhani )

HARIANTERBIT.com -  Ketua Gerakan Perubahan Indonesia yang juga salah seorang aktivis demokrasi, Muslim Arbi, mempertanyakan jumlah utang luar negeri Indonesia. Ia beranggapan pemerintah tak transparan. 

“Berdasakan laporan resmi pemerintah, utang luar negeri Indonesia sekitar Rp7.000 triliun. Tetapi ada data yang diajukan oleh angota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, saudara Misbakhun bahwa utang Indonesia saat ini sebesar Rp17.500 triliun,” katanya kepada HARIANTERBIT.com, Selasa, 26 Juli 2022.

"Itu jauh dari PDB kita yang cuma Rp15.000," sambungnya. 

Baca Juga: Kasus Korupsi Helikopter AW-101, KPK Panggil 8 Perwira TNI AU

Menurutnya, pada 2003 diberlakukan UU no 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sejak itu dimulai utang melalui mekanisme Surat Berharga Negara (SBN) atau State Treasury Bond dan di pasar uang disebut Surat Utang Negara (SUN).

Dengan sistem baru ini, era utang bilateral, dan utang kepada lembaga donor, berkurang dengan sangat tajam prosentasenya dan diganti dengan penjualan SBN an SUN di pasar uang. Mekanisme baru ini membuat defisit APBN kita menjadi membesar.

“SBN atau SUN diserap oleh pasar dan pembelinya bisa siapa saja. Seperti perbankan nasional, dana pensiun, lembaga asuransi, BPKH, LPS, BI dan siapapun yang perlu investasi di government bond baik asing maupun nasional,” jelas Muslim mengutip Misbakhun.

Baca Juga: Bongkar Kematian Brigadir J, Survei IDM: Polri Telah Bekerja Transparan

Ia menyebut pemerintah kemudian mengumumkan bahwa utang Negara cuma Rp7.014,58 triliun. Menurut Misbakhun, pemerintah seakan mengelak dari tanggung jawab dan mengabaikan dua komponen yang seharusnya dihitung juga dalam struktur komponen utang pemerintah.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menunggu Koin yang Tepat, CAD Stop Minning Sementara

Selasa, 27 September 2022 | 21:16 WIB

Cek Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Akses Kanal Resmi

Selasa, 20 September 2022 | 20:22 WIB

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB

Kinerja BTN Syariah Menggila

Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:29 WIB

BTN Hadir di RSPAD

Sabtu, 17 September 2022 | 16:47 WIB
X