• Rabu, 28 September 2022

Laba Bersih Bank Victoria Melonjak 120 Persen di Triwulan II-2022

- Rabu, 20 Juli 2022 | 00:40 WIB

 

Jakarta, HanTer - PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) membukukan kinerja positif pada Triwulan II-2022, dengan mencatatkan laba bersih Rp71,12 miliar atau meningkat sebesar 120% dari periode sebelumnya secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara penyaluran kredit Bank Victoria meningkat 4,97% menjadi Rp. 15,41 triliun dari Rp. 14,68 triliun diperiode sebelumnya pada 31 Desember 2021. Rasio likuiditas bank dalam hal ini juga terjaga dengan sangat baik dimana RIM mencapai 84% dari 81% pada posisi 31 Desember 2021.

“Pencapaian kinerja operasional ini mempengaruhi kinerja keuangan Bank Victoria. Pendapatan bunga bersih meningkat 126% menjadi Rp. 313,29 miliar dari Rp. 138,59 miliar pada 30 Juni 2021, meningkatkan NIM ratio menjadi 3,21% dari periode sebelumnya 1,61% pada 30 Juni 2021,” kata Corporate Secretary Bank Victoria, Caprie Ardira dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga: BPJAMSOSTEK Tanggung Biaya Perawatan Pekerja Korban KKB di Papua

Adapun, capaian Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 18,07 triliun, bertahan dari posisi sebelumnya Rp18,07 triliun pada posisi 31 Desember 2021.

Bank Victoria juga mampu menjaga rasio kinerja keuangan utama yang tetap sehat. Kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) meningkat secara YOY menjadi 19,24% pada 30 Juni 2022 dari 16,33%. Tingkat penghimpunan dana murah yang ditunjukkan dari current account savings account (CASA) ratio meningkat secara yoy menjadi 29,62% pada 30 Juni 2022 dari 24,12%.

Tingkat penyaluran kredit juga baik dimana risiko kredit bermasalah yang ditunjukkan dari nonperforming loan (NPL) bruto maupun neto secara YOY menurun menjadi 4,11% dan 3,10% pada 30 Juni 2022 dari 6,84% dan 3,79%. Demikian pula rasio kepatuhan tetap terjaga yang ditunjukkan dari tidak adanya pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK).

Ardira menyampaikan, perseroan saat saat ini tengah melaksanakan transformasi meliputi Produk dan Layanan Berbasis Digital, Peningkatan Kapabilitas Infrastruktur IT, Penguatan Sumber Daya Manusia, Transformasi Budaya Organisasi, Aliansi dan Kolaborasi Digital, dengan senantiasa mengedepankan penerapan GCG dan Risk Management.

Selanjutnya, pada 11 Juli 2022 Bank telah melakukan pelunasan terhadap Obligasi Berkelanjutan I Bank Victoria Tahap I Tahun 2017 dengan nilai pokok sebesar Rp. 300 miliar. “Pelunasan ini merupakan pemenuhan kewajiban Bank sebagai emiten dan bentuk dari komitmen manajemen dalam melunasi surat hutang secara tepat waktu dan tepat jumlah,” jelas Ardira.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflansi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB

Menunggu Koin yang Tepat, CAD Stop Minning Sementara

Selasa, 27 September 2022 | 21:16 WIB

Cek Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Akses Kanal Resmi

Selasa, 20 September 2022 | 20:22 WIB

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB
X