• Kamis, 1 Desember 2022

Menko Airlangga: Penyediaan Minyak Nabati Global Harus Holistik dan Nondiskriminatif

- Selasa, 12 Juli 2022 | 16:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada acara Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin, 11 Juli 2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada acara Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin, 11 Juli 2022.

HARIANTERBIT.com - Meski di tengah krisis pangan, energi, dan keuangan yang terjadi saat ini, Pemerintah tidak hanya berupaya untuk memulihkan kondisi ekonomi seperti sebelum pandemi, tetapi juga mengupayakan transformasi perekonomian menjadi lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.

“Di tengah krisis ini, memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan komoditas pertanian di pasar global, termasuk minyak nabati, menjadi salah satu fokus utama kami,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada acara Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin, 11 Juli 2022.

Baca Juga: Silaturahmi ke Ponpes Tremas, Pacitan, AHY Disambut Hangat Sebagai Keluarga Besar

Kegiatan yang mengambil tema “Catalysing Actions For Sustainable Vegetable Oils In Support Of The Attainment Of Sustainable Development Goals (SDGs)” tersebut, diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Dalam upaya untuk memenuhi target SDGs 2030, muncul beberapa tantangan-tantangan besar seperti inflasi yang tinggi, lonjakan suku bunga, lonjakan harga pangan dan energi, serta terganggunya pasokan dan perdagangan komoditas pertanian.

Baca Juga: PKS Tebar 1,5 Juta Paket Kurban, Dr Salim: Ibadah Kurban Sarat Dengan Nilai-Nilai Kebangsaan

Dengan mempertimbangkan pertumbuhan populasi global dan meluasnya penggunaan minyak nabati di berbagai industri, maka diperkirakan ukuran pasar global minyak nabati akan meningkat dari 199,1 juta metrik ton pada tahun 2020 menjadi 258,4 juta metrik ton pada tahun 2026.

Sementara itu, bahkan sebelum terjadinya krisis global, minyak nabati telah lama menjadi sumber mata pencaharian bagi petani skala kecil serta sumber mesin pembangunan di banyak negara berkembang. Sehingga penting untuk memastikan kesinambungan pasokan minyak nabati yang cukup ke pasar global untuk mencegah volatilitas harga lebih lanjut dan guncangan terhadap ekonomi global.

Baca Juga: Kebut Pembangunan, Jokowi Setiap 3 Bulan Sekali Bakal Tinjau IKN Nusantara

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resesi dan Badai PHK Mulai Ancam Perusahaan Teknologi

Kamis, 1 Desember 2022 | 01:04 WIB

Realisasi Penyalur KUR Baru 86,5 Persen dari Target

Rabu, 30 November 2022 | 11:55 WIB

Tatap 2023, KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG

Selasa, 29 November 2022 | 14:15 WIB
X