• Rabu, 28 September 2022

Pengamat Sebut Anggaran Negara Jebol karena Utang, Ini Alasannya

- Rabu, 6 Juli 2022 | 14:12 WIB
Ilustrasi ruliah (Pixabay)
Ilustrasi ruliah (Pixabay)

HARIANTERBIT.com - Saat ini terjadi anomali dalam ekonomi Indonesia terutama dalam rasio sumbangan pajak terhadap Penerimaan Domestik Bruto (PDB).

Secara teoritis ekonomi, jika rasio sumbangan itu rendah mestinya utang tidak terlalu tinggi. Sementara yang ada, utang memegang rekor tertinggi sejak republik ini berdiri.

“Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, utang Pemerintah hingga Maret 2022 mencapai lebih dari Rp 7.00 Triliun. Tepatnya Rp 7.052,5 Triliun. Tertinggi dalam sejarah,” kata pengamat ekonomi dan pelaku UMKM, Andy Azizi Amin, kepada Harianterbit.com ketika dihubungi, Rabu 6 Juli 2022.

Baca Juga: BLACKPINK comeback, Harga Saham YG Entertainment Melonjak 11 Persen

Menurutnya, laporan "Asian Development Bank (ADB)" edisi Desember tahun 2021 menunjukkan adanya realitas banyak pengemplang pajak di Indonesia terutama perusahaan-perusahaan besar yang berakibat tax to GDP ratio (rasio penerimaan pajak terhadap pendapatan domestik bruto) Indonesia menjadi yg paling rendah di ASEAN. Bahkan, Indonesia kalah dengan Timor Leste.

"Dalam laporan ADB di atas, sambungnya, bila dibandingkan dengan rata-rata tax to GDP ratio ASEAN dengan angka sekitar 15%, Indonesia dengan angka rata-rata sekitar 10% masih jauh tertinggal,” kata Alumni University of Illinois, AS tersebut.

Baca Juga: Begini Alasan Kemensos Cabut Izin ACT

Ia menyebut dibandingkan negara Asia Pasifik malah lebih parah lagi. ”Indonesia juga jauh tertinggal dengan angka rata-rata negara-negara di Asia Pasifik dengan tax ratio to GDP’ sekitar 20%,” ujarnya.

 Ia kemudian membandingkan dengan ngara-negara maju dengan rata-rata tax ratio to GDP sekitar 35%. Angka 35% ini yg menjadi salah satu dasar negara-negara maju masih dianggap wajar berhutang sampai tingkat ratio utang terhadap GDP sekitar 60% (2 kali dari tax ratio to GDP).

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menunggu Koin yang Tepat, CAD Stop Minning Sementara

Selasa, 27 September 2022 | 21:16 WIB

Cek Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Akses Kanal Resmi

Selasa, 20 September 2022 | 20:22 WIB

Kata OJK soal Persoalan PT. Titan dan Bank Mandiri

Senin, 19 September 2022 | 17:16 WIB

Kinerja BTN Syariah Menggila

Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:29 WIB

BTN Hadir di RSPAD

Sabtu, 17 September 2022 | 16:47 WIB
X