• Selasa, 29 November 2022

Menko Airlangga: Anggota G20 Komitmen Seimbangkan Kepentingan dan Memastikan Tidak Ada yang Tertinggal

- Rabu, 1 Juni 2022 | 21:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dengan tema “Presentasi Prioritas Kepresidenan G20 Indonesia” di Kementerian Luar Negeri, Singapura, Selasa (31/05).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dengan tema “Presentasi Prioritas Kepresidenan G20 Indonesia” di Kementerian Luar Negeri, Singapura, Selasa (31/05).

Singapura, HanTer - Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 ini bertujuan untuk memberikan pemulihan ekonomi global yang dimiliki bersama oleh semua. Agenda G20 untuk Bali Summit akan dipandu oleh semangat “Recover Together, Recover Stronger".

Untuk bisa pulih bersama, Indonesia meminta anggota G20 untuk memperkuat multilateralisme dan membangun kemitraan global yang lebih efektif. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dengan tema “Presentasi Prioritas Kepresidenan G20 Indonesia” di Kementerian Luar Negeri, Singapura, Selasa (31/05).

Baca Juga: Politikus Gerindra Minta Desmond Fokus Kerja Jangan Bikin Gaduh

Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam kaitannya dengan kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20, untuk mewujudkan pemulihan ekonomi bersama dan lebih kuat, Presidensi G20 Indonesia akan fokus pada tiga bidang prioritas global dan nasional yakni memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan mempercepat transisi energi.

“Sebagai forum berbasis konsensus, kami mendorong anggota G20 untuk bekerja sama untuk menyeimbangkan kepentingan di seluruh keanggotaan yang beragam, dan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Menko Airlangga.

Baca Juga: Puan: Pancasila Memuliakan Manusia, Mendamaikan Dunia

Pada Presidensi G20 kali ini, Indonesia terbuka terhadap dukungan mitra untuk menghasilkan proyek percontohan atau mercusuar dan kerjasama ekonomi, terutama di bidang transisi energi, pengembangan skema pembiayaan yang ramah pasar dengan praktik terbaik internasional, dan menyediakan pendanaan untuk mengembangkan teknologi yang tersedia dan terjangkau untuk mendukung transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.

Lebih lanjut tentang percepatan transisi energi, terdapat 3 prioritas di bawah G20 untuk mencapai Net Zero Emisison secara global pada pertengahan abad ini, yakni mengamankan aksesibilitas energi, meningkatkan teknologi cerdas dan bersih, serta memajukan pembiayaan energi.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Kebijakan Implementasi Eco dan Industrial Park, Ini Tujuannya

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK: Pertumbuhan IHSG Masih Tertinggi di ASEAN

Senin, 28 November 2022 | 16:32 WIB

Naik 8 Persen, UMP Jateng Tahun Depan jadi Rp1,9 Juta

Senin, 28 November 2022 | 16:25 WIB

Menkeu Waspadai Penurunan Indeks Manufaktur Indonesia

Minggu, 27 November 2022 | 11:55 WIB

Indahnya Raja Ampat Baru di Halmahera Selatan

Minggu, 27 November 2022 | 10:00 WIB

Survei BI Taksir Inflasi November Capai 0,8 Persen

Sabtu, 26 November 2022 | 16:00 WIB

Tips dan Cara Transfer Uang Antar Negara yang Aman

Jumat, 25 November 2022 | 17:02 WIB

Evaluasi Kinerja Bulog Lamban Serap Beras Petani

Kamis, 24 November 2022 | 16:04 WIB
X