GoTo Kantongi Kerugian Rp6,6 Triliun, Bagaimana Nasib Investasi Telkomsel?

- Senin, 30 Mei 2022 | 22:08 WIB
Telkomsel dan GoTo
Telkomsel dan GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatat pada kuartal I 2022 perseroan masih mengalami rugi bersih Rp6,6 triliun. Meski begitu, GoTo optimistis dapat terus mengembangkan dan mengakselerasi bisnis untuk mencapai profitabilitas.

"Kami kira percepatan untuk jalur menuju profitabilitas akan menjadi fokus dari tim kami dan juga momentumnya sudah bisa terlihat di kuartal pertama, dan kami kira akan terus berkembang di kuartal-kuartal sesudahnya," kata CEO Grup GoTo Andre Soelistyo saat jumpa pers daring yang dipantau di Jakarta, Senin (30/5).

Menurut Andre, bisnis perseroan berkembang cukup kuat pada kuartal pertama tahun ini. Nilai transaksi bruto atau GTV perusahaan mencapai Rp140 triliun dan pendapatan bruto sebesar Rp5 triliun.

Baca Juga: Kabar Baik dari Menko Airlangga, Indonesia Berpeluang Tarik Banyak Investor Jerman

"Untuk kuartal kedua tahun 2022, guidance kami untuk GTV akan berada di antara Rp142 triliun sampai dengan 150 triliun. Kira-kira rangenya sekitar segitu. Sedangkan gross revenue atau pendapatan bruto akan berada di antara Rp5,3 triliun sampai Rp5,6 triliun," ujar Andre.

Andre menyampaikan, momentum dari monetisasi di platform perseroan telah berkembang dengan positif pada kuartal pertama dan diproyeksikan akan berlanjut pada kuartal-kuartal sesudahnya.

"Momentum dari hasil investasi dari sinergi untuk memperkuat efisiensi dari biaya dan effort yang dilakukan tim kami untuk efisiensi biaya operasional akan terus berlanjut," kata Andre.

Baca Juga: CEO Dagangan Ryan Manafe: Pertemuan G20 Penting untuk Peningkatan Akses Masyarakat Rural ke Ekonomi Digital

Salah satu area bisnis yang menjadi fokus perseroan adalah layanan teknologi finansial atau fintech. Andre mengatakan GoTo akan mengoptimalkan peluang dari masih rendahnya penetrasi pembayaran digital untuk layanan finansial di Tanah Air.

"Kami lihat dengan opportunity di Indonesia dengan rendahnya tingkat penetrasi digital payment, apalagi untuk produk-produk layanan finansial seperti lending, insurance, dan lainnya, kesempatan juga sangat besar sekali untuk Grup GoTo untuk menggunakan ekosistem kami untuk convert dari transaksi tersebut jadi layanan financal services," ujar Andre.

Ia menambahkan, keterikatan atau engagement setiap konsumen yang menggunakan layanan finansial perseroan juga bertumbuh dengan baik.

Baca Juga: Pengamat: Puan Maharani Dipuji Masyarakat Karena Tak Ikutan Bermain Konten Receh di Medsos

"Engagement mereka terhadap platform juga sangat bertumbuh dengan baik, baik dalam matriks daripada jumlah transaksi dibandingkan dengan pengguna tunai ataupun dari retention. Dan kami kira, tidak hanya layanan fintech, jika sudah menjadi skala yang lebih besar bisa memberikan pertambahan monetisasi dari layanan GoTo," kata Andre.

Investasi Telkomsel di Saham GoTo

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Capai Rp22 T, Mind Id Makin Prospektif

Minggu, 19 Maret 2023 | 14:49 WIB

BNI Fokus Kembangkan Fitur Aplikasi Mobile Banking

Sabtu, 18 Maret 2023 | 14:05 WIB
X