• Kamis, 1 Desember 2022

Sinar Mas Land Gelar Seminar Nasional Kolaborasi Bersama Energy, Sustainability dan Climate Task Force

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:33 WIB
Sinar Mas Land diwakili Muhammad Reza Abdulmajid (Chief Risk and Sustainability Officer) membuka acara seminar nasional yang bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) dalam rangka mendukung kegiatan B20 pada J
Sinar Mas Land diwakili Muhammad Reza Abdulmajid (Chief Risk and Sustainability Officer) membuka acara seminar nasional yang bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) dalam rangka mendukung kegiatan B20 pada J

BSD City, HanTer – The Business 20 (B20) merupakan outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional untuk berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Perubahan iklim menjadi salah satu isu dalam pembahasan di forum tersebut.

Penanganan perubahan iklim pun menjadi lebih sering dibicarakan seperti transisi energi untuk menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Sambil Lesehan Bareng Ribuan Warga Trenggalek, AHY Ajak Rakyat Bangkit Kembali

Dalam rangka mendukung kegiatan B20, Sinar Mas Land menyelenggarakan seminar nasional secara hybrid bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) pada Jumat (20/5) di Q Big, BSD City.

(Kiri-kanan) Seminar nasional ini dihadiri oleh Soedjono Respati (Chairman of MASKEEI), Agung Wicaksono (Deputy Chair Task Force Energy, Sustainability & Climate), Muhammad Reza Abdulmajid (Chief Risk and Sustainability Officer Sinar Mas Land), Harris (Director of Geothermal, Ministry of Energy and

Sebanyak lebih dari 150 peserta mengikuti seminar bergengsi ini yang terdiri dari pemerintah, badan usaha, masyarakat sipil, dan asosiasi di bidang energi turut meramaikan acara tersebut.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) – M. Arsjad Rasjid P. M. menjelaskan, Indonesia bertekad mendukung inisiatif untuk memerangi perubahan iklim global dengan mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat. Indonesia kaya akan energi baru & terbarukan (EBT) seperti energi surya, pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan angin, yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan target net zero emisi.

Baca Juga: Indo Barometer: KIB Perkuat Kinerja Pemerintahan Jokowi

"Namun kendala terbesar yang sering dihadapi yaitu pendanaan dan teknologi. Kerja sama dan kemitraan antar publik dan swasta dapat menjadi kunci dalam menghadapi kedua tantangan. Pemberian insentif seperti pajak & tarif juga penting untuk mengakselerasi pemberdayaan EBT di Indonesia; dengan membuat EBT kompetitif dibandingkan dengan energi fosil dan membentuk pasar yang menarik bagi investor," ujar Arsjad dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (21/5).

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resesi dan Badai PHK Mulai Ancam Perusahaan Teknologi

Kamis, 1 Desember 2022 | 01:04 WIB

Realisasi Penyalur KUR Baru 86,5 Persen dari Target

Rabu, 30 November 2022 | 11:55 WIB

Tatap 2023, KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG

Selasa, 29 November 2022 | 14:15 WIB

OJK: Pertumbuhan IHSG Masih Tertinggi di ASEAN

Senin, 28 November 2022 | 16:32 WIB
X