• Selasa, 28 Juni 2022

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Larangan Ekspor Gandum India

- Senin, 16 Mei 2022 | 22:21 WIB

Jakarta, HanTer - Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi larangan ekspor gandum yang dikeluarkan oleh Pemerintah India, agar tidak menyebabkan lonjakan harga pada turunan komoditas ini di tingkat domestic.

"Saya yakin negara kita ini tidak akan terpengaruh signifikan dari larangan ekspor gandum oleh India. Namun yang terjadi, situasi sulit ini tidak saja terjadi pada satu dua negara," kata Akmal Pasluddin dalam keterangannya, Senin (16/5/2022).

Ia meminta pemerintah dapat meyakinkan masyarakat Indonesia berkaitan situasi global terkait pangan yang melanda di berbagai negara. Apalagi, saat ini India sebagai produsen gandum, telah melarang ekspor komoditas ini disebabkan negara tersebut mengalami lonjakan inflasi makanan ritel.

"Pandemi COVID-19 dan situasi perang Rusia-Ukraina, telah mempengaruhi juga hampir semua negara pada aktivitas perdagangan maupun berkomunikasi. Kondisi inilah yang mesti diwaspadai sehingga kita selalu siap siaga pada aktivitas penjagaan perekonomian dalam negeri," papar Akmal.

Ia menjelaskan, gandung dan produk turunannya bukan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, seperti roti. Meski nilai importasi Indonesia mencapai 11,7 juta tiap tahunnya atau setara 3,45 miliar dolar AS, namun jenis makanan ini dapat digantikan dengan komoditas lain.

“Masih banyak jenis makanan lain selain roti yang dapat kita konsumsi sehari-hari. Namun demikian, ini mesti menjadi tantangan pemerintah agar ke depan dapat memproduksi makanan yang bersumber dari tanaman lokal. Mengkonsumsi makanan yang ditanam dalam negeri akan memperkuat ketahanan pangan nasional," ucap Akmal.

Akmal berpendapat bahwa angka impor gandum Indonesia yang naik 31,6 persen dibanding tahun sebelumnya tidak akan berpengaruh drastis kepada negara ini terutama pada stabilitas pangan, asal negara memang benar-benar fokus pada pengembangan diversifikasi pangan tanaman lokal.

Apalagi, ujar dia, Indonesia dikenal sangat subur untuk ditanami berbagai komoditas pangan sehingga menjadi salah satu kekuatan yang luar biasa untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Yang nantinya akan menemui dampak larangan ekspor gandum India sebagai produsen gandum terbesar kedua di dunia, bagi masyarakat Indonesia adalah pada pelaku industri kecil menengah di bidang makanan yang mesti menemukan cara agar selamat dari guncangan tingginya harga bahan baku," katanya.

Untuk itu, ia mengutarakan harapannya agar pemerintah berperan hadir untuk memberikan solusi tingginya bahan baku pada pelaku industri makanan minuman dengan memberikan alternatif usaha yang berproduksi pada bahan baku lokal, bukan impor.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Bantah Status NPL, PT Titan: Kita Masih Bayar

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:26 WIB

BTN Gelar Lelang Properti Expo 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:51 WIB

Ekspor Industri Pengolahan Naik 25 Persen

Selasa, 21 Juni 2022 | 23:18 WIB
X