• Rabu, 29 Juni 2022

Penguatan Sektor Manufaktur Diharapkan Pacu Ekonomi Triwulan II

- Minggu, 8 Mei 2022 | 15:14 WIB
Ilustrasi; Manufaktur
Ilustrasi; Manufaktur

Jakarta, HanTer - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, berharap penguatan sektor manufaktur, bersama dengan penguatan ekspor, dapat mendukung semakin solidnya kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2022.

Adapun Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2022 melanjutkan ekspansi, bahkan meningkat ke level 51,9 dari level 51,3 pada bulan Maret 2022.

 “Peningkatan PMI Manufaktur menunjukkan efektivitas bauran kebijakan penanganan pandemi COVID-19 serta kecepatan vaksinasi yang semakin baik telah mampu memberikan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas, terutama dalam menghadapi Ramadhan dan persiapan menyambut Idul Fitri," ucap Febrio dalam keterangannya, Sabtu (6/5/2022).

Keberlanjutan pemulihan ekonomi diharapkan dapat terus terjaga, didukung oleh penguatan permintaan pada Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang sejalan dengan kebijakan cuti bersama dan mudik Lebaran.

Sementara itu di tengah konflik geopolitik yang tengah terjadi, Febrio menilai permintaan ekspor atas produk manufaktur Indonesia khususnya berbasis komoditas meningkat pada April, yang tercermin dari pertumbuhan ekspor hingga 35,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya pada triwulan I 2022.

Seiring dengan peningkatan permintaan tersebut, pelaku usaha terus meningkatkan kapasitas produksinya dengan terus membuka lapangan kerja baru dan menambah persediaan. Pembukaan lapangan kerja tercatat berada pada indeks tertinggi sepanjang sejarah, setidaknya dalam 11 tahun terakhir.

Selain itu, kata dia, pembelian pasokan juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan produksi yang diprediksi masih terus bertahan pada masa pemulihan ekonomi.

Tren ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga efek ganda dari pemulihan sektor manufaktur kepada perbaikan kondisi ekonomi secara keseluruhan dapat terus meningkat secara berkelanjutan dan inklusif.

Secara umum pelaku usaha industri manufaktur Indonesia masih optimis dengan laju ekspansi ke depan. Penguatan konsumsi masyarakat serta permintaan ekspor diharapkan tetap berada pada tren positif dalam beberapa waktu ke depan.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Sasar Pekerja Informal, BTN Gelar Grebek Pasar

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:17 WIB

Digitalisasi Pasar Perumnas Klender Oleh Bank DKI

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:40 WIB

Bantah Status NPL, PT Titan: Kita Masih Bayar

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:26 WIB

BTN Gelar Lelang Properti Expo 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:51 WIB
X