• Rabu, 29 Juni 2022

DEN: Perlu Pola Distribusi Tertutup untuk BBM dan LPG Subsidi

- Senin, 2 Mei 2022 | 12:48 WIB
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha. Foto: DPR
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha. Foto: DPR

Jakarta, HanTer - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi perlu dilakukan dengan pola tertutup agar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu, ekonomi pasar tidak bisa diterapkan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, sehingga perlu strategi subsidi yang tepat sasaran.

"Apabila pola distribusi energi masih terbuka seperti ini, maka akan terjadi permasalahan yang berulang ke depannya. Perlu ide atau solusi untuk dilakukan distribusi secara tertutup," kata Satya saat menjadi narasumber dalam diskusi Indonesia Business Forum dengan tema "Subsidi BBM Membengkak, Penyimpangan Merajalela, Rakyat Menderita" .

Baca Juga: Komisi X DPR RI: Rektor Sampaikan Ujaran Kebencian Harus Ditindak Tegas

Hadir pula dalam acara tersebut Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, dan pengamat energi Kurtubi.

Data per Maret 2022, kata dia, telah terjadi kelebihan kuota BBM subsidi di 25 dari 34 provinsi. "Over kuota ini akan membebani keuangan negara, sehingga perlu adanya langkah strategis untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Satya juga mengatakan dengan disparitas tinggi antara harga minyak solar subsidi dan nonsubsidi yang mencapai Rp8.550 per liter, maka tidak menutup kemungkinan banyak terjadi penyalahgunaan dikarenakan pasokan yang terbatas, sedangkan permintaan tinggi.

Baca Juga: Jasa Marga Catat 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-2 Lebaran 2022

Meski, lanjutnya, ​​​​​penggunaan BBM subsidi sebenarnya sudah diatur yakni kendaraan bermotor perseorangan roda empat maksimal 60 liter per hari, sedangkan kendaraan angkutan orang atau barang roda enam atau lebih maksimal 200 liter per hari.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sasar Pekerja Informal, BTN Gelar Grebek Pasar

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:17 WIB

Digitalisasi Pasar Perumnas Klender Oleh Bank DKI

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:40 WIB

Bantah Status NPL, PT Titan: Kita Masih Bayar

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:26 WIB

BTN Gelar Lelang Properti Expo 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:51 WIB
X