• Kamis, 6 Oktober 2022

Ingat Pak Jokowi, Kenaikan BBM Subsidi, LPG, dan Listrik akan Memperberat Beban Rakyat

- Sabtu, 16 April 2022 | 23:25 WIB
Presiden Jokowi mengingatkan warga yang mudik untuk menjaga protokol kesehatan. (YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Jokowi mengingatkan warga yang mudik untuk menjaga protokol kesehatan. (YouTube Sekretariat Presiden )

Jakarta, HanTer - Pemerintah diminta untuk tidak menaikkan harga BBM, elpiji, dan tarif listrik. Sebab, kebijakan itu bisa menyulut kenaikan inflasi yang membuat harga kebutuhan pokok melambung dan menurunkan daya beli konsumen.

"Dampak penaikan harga BBM, elpiji, dan tarif listrik, menurunkan daya beli dan menambah beban rakyat miskin semakin berat," ujar ekonom Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip Sabtu (16/4).

Rencana kenaikan harga komoditas, katanya, adalah kebijakan yang ironis karena rakyat miskin yang tidak pernah membeli BBM dan elpiji tiga kilogram, lantaran tidak memiliki kendaraan bermotor dan kompor gas harus ikut menanggung beban kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Baca Juga: GKSB Indonesia-Palestina Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda

Apabila wacana penyesuaian harga komoditas BBM, elpiji, serta tarif listrik betul terjadi, maka keputusan itu mencederai tuntutan mahasiswa yang menginginkan adanya penurunan harga BBM dalam aksi unjuk rasa pada 11 April 2022 lalu.

Menurutnya, pemerintah seharusnya berpihak terhadap kepentingan rakyat bukan berpihak kepada kepentingan korporasi perusahaan minyak dan gas bumi (migas).

"Ada banyak strategi yang bisa digunakan untuk meringankan beban APBN akibat kenaikan harga minyak dunia tanpa harus menaikkan harga BBM, elpiji, dan tarif listrik, salah satunya merelokasi dana windfall dari peningkatan harga batu bara dan dana kenaikan PPN uang diberlakukan per 1 April 2022," kata Fahmy dikutip Antara.

Baca Juga: Strategi Dongkrak Suara, NasDem Buka Peluang Tokoh Masyarakat jadi Bakal Caleg

"Kalau masih kurang, anggaran pembangunan Ibu Kota Negara bisa digunakan lebih dulu untuk menambal subsidi kepada rakyat," tambahnya.

Lebih lanjut Fahmy memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menaikkan harga BBM, elpiji, dan tarif listrik sepanjang 2022.

Selain itu ia juga meminta presiden untuk menertibkan menteri-menteri supaya tidak membuat pernyataan di publik terkait wacana kenaikan harga komoditas strategis, termasuk BBM, elpiji, dan tarif listrik.

Kegaduhan yang timbul dari rencana penaikan harga komoditas tersebut bisa memicu kepanikan berbelanja dan kelangkaan produk di pasaran, serta berdampak serius terhadap kondisi sosial-ekonomi rakyat.

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Importir Kedelai AS Bakal Peroleh Sertifikat SSAP

Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:34 WIB

TACO Resmi Kantongi Sertifikat TKDN

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:44 WIB

Sabet Tiga Penghargaan, PGE Raih Dharma Karya Muda

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:03 WIB

Urutan 1 Negara Dengan Tingkat Inflasi Paling Tinggi

Rabu, 28 September 2022 | 23:10 WIB
X