• Selasa, 29 November 2022

Investasi Smelter Nikel CNI Group Didukung Penuh Pemerintah dan Perbankan di Indonesia

- Senin, 11 April 2022 | 17:52 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif  dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Smelter PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang digelar di kantor Kementerian ESDM, Kamis (6/4/2022).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Smelter PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang digelar di kantor Kementerian ESDM, Kamis (6/4/2022).

Jakarta, HanTer - Pemerintah dan perbankan Indonesia mendukung penuh investasi pabrik pengolahan (smelter) nikel yang dibangun oleh PT Ceria Nugraha Indotama Group (CNI Group) melalui anak usahanya PT Ceria Metalindo Prima (CMP).

Hal ini sejalan dengan cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mempercepat hilirisasi industri nikel melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dukungan nyata pemerintah dan perbankan tersebut diwujudkan melalui pemberian fasilitas pembiayaan term Ioan senilai USD277,6 juta untuk pembangunan Line I fasilitas pengolahan Bijih Nikel Laterit Rectangular Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) 1 x 72 MVA di Blok Lapao-pao, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Diteriaki BuzzeRp, Ade Armando Babak Belur Dikeroyok Massa di depan Gedung DPR RI

Pembiayaan ini dikucurkan oleh sindikasi perbankan yang terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk., (BJB) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif mengatakan, sesuai amanah Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba), pemerintah berkomitmen untuk mendorong dan mempercepat hilirisasi industri nikel di Indonesia agar menghasilkan nilai tambah, salah satunya melalui pembangunan smelter.

"Selama ini kita selalu kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai tambah dari pengelolaan nikel kita. Ada banyak kendala yang kita hadapi dalam mempercepat hilirisasi, mulai dari teknologi yang masih terbatas dan pendanaan yang tidak tersedia, sehingga kita menjual bahan mentah. Namun dengan implementasi UU Minerba, hilirisasi ini telah memberikan perubahan, dimana nilai tambah dari ekspor nikel sudah mencapai USD 20 miliar, jauh berbeda jika dibandingkan dengan ekspor material mentah," kata Arifin dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Smelter PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang digelar di kantor Kementerian ESDM, Kamis (6/4/2022).

Baca Juga: Wasekjen Partai Demokrat: Jalan Hidup AHY Akan Berubah Tidak Seperti Sekarang Jika Dia Memilih Profesi Ini

Menurut Arifin, komoditi Nikel memberikan prospek besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain untuk dikonsumsi di dalam negeri, produk nikel juga sangat penting untuk industri baja.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK: Pertumbuhan IHSG Masih Tertinggi di ASEAN

Senin, 28 November 2022 | 16:32 WIB

Naik 8 Persen, UMP Jateng Tahun Depan jadi Rp1,9 Juta

Senin, 28 November 2022 | 16:25 WIB

Menkeu Waspadai Penurunan Indeks Manufaktur Indonesia

Minggu, 27 November 2022 | 11:55 WIB

Indahnya Raja Ampat Baru di Halmahera Selatan

Minggu, 27 November 2022 | 10:00 WIB

Survei BI Taksir Inflasi November Capai 0,8 Persen

Sabtu, 26 November 2022 | 16:00 WIB

Tips dan Cara Transfer Uang Antar Negara yang Aman

Jumat, 25 November 2022 | 17:02 WIB

Evaluasi Kinerja Bulog Lamban Serap Beras Petani

Kamis, 24 November 2022 | 16:04 WIB
X