BI Tahan Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

- Kamis, 10 Februari 2022 | 16:29 WIB
Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 9-10 Februari 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen.

Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

"Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Februari 2022 di Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Selain itu BI juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut, melalui berbagai langkah yakni memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

Ia melanjutkan bauran kebijakan juga dilakukan dengan mempertegas normalisasi kebijakan likuiditas melalui Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah dan memberikan insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor prioritas dan UMKM dan/atau memenuhi target Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

Kemudian memperkuat kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman perbandingan spread suku bunga kredit perbankan di negara kawasan dan meningkatkan limit transaksi QRIS dari semula Rp5 juta menjadi Rp10 juta per transaksi, berlaku sejak 1 Maret 2022 untuk mendorong konsumsi masyarakat.

"Kami juga akan memperluas penggunaan Local Currency Settlement (LCS) sebagai sarana untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi bilateral dengan negara-negara mitra utama, khususnya Asia," kata Perry Warjiyo.

Bauran juga akan dilakukan melalui kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra, fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan bekerja sama dengan instansi terkait, serta bersama Kementerian Keuangan menyukseskan 6 (enam) agenda prioritas jalur keuangan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

(Ak/Ant)

Editor: arby

Tags

Terkini

Capai Rp22 T, Mind Id Makin Prospektif

Minggu, 19 Maret 2023 | 14:49 WIB

BNI Fokus Kembangkan Fitur Aplikasi Mobile Banking

Sabtu, 18 Maret 2023 | 14:05 WIB
X